Setiap Pekerjaan diuji oleh Tuhan

Oleh: Pdt. Yohanes M. Madhu, S.Th.

Kompensasi merupakan faktor penting dalam meningkatkan kinerja karyawan.  Kompensasi meliputi berbagai apresiasi baik dalam bentuk materi seperti uang maupun non materi seperti penghargaan. Setiap orang menerima kompensasi dalam bentuk upah berdasarkan kesepakatan dengan pemberi tugas

Dalam kitab suci, Rasul Paulus mengemukakan bahwa setiap orang akan menerima upah dari setiap pekerjaan yang dilakukan.  Ungkapan Rasul Paulus ini dinyatakan bagi Jemaat yang ada di Kota Korintus untuk menanggapi berbagai fenomena yang terjadi di antara pelayan Tuhan.   Di Dalam I Korintus 3:13, dicatat sebagai berikut:

“Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah. Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya. Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api”

Pelayanan terhadap masyarakat di kota Korintus dibangun oleh Rasul Paulus bersama dengan Silas dan Timotius.  Perintisan jemaat di Korintus penuh dengan tantangan karena tidak semua orang Yahudi bersedia menerima pemberitaan bahwa Yesus adalah Mesias (Kis 18:1-8)  Ada rentang waktu perintisan dan penulisan surat Paulus kepada jemaat di Korintus.  Pelayanan di Korintus dilakukan pada tahun 52 M, sedangkan surat dikirimkan sekitar tahun 56M.  Artinya jemaat Korintus sudah berdiri sekitar 4 Tahun.  Surat dikirimkan sebagai tanggapan atas keadaan orang Kristen di Korintus yang disampaikan orang orang dari keluarga Kloe (I Kor.1:11).  Terjadinya perselisihan di antara jemaat Korintus terkait dengan ajaran yang benar.  Sebagai tanggapan atas perselisihan itulah maka Paulus menuliskan surat bahwa semua yang melayani adalah sesama rekan sekerja Allah.  Artinya tidak ada pertentangan di antara mereka.  Namun yang menjadi penekanan Paulus bahwa siapa pun yang memberitakan Firman, harus mendasarkan pada Kristus, bukan diri sendiri.  Itulah sebabnya Paulus berkata,” Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya. Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.  Pernyataan ini menegaskan. bahwa siapa pun yang membangun di  ladang Tuhan harus memperhatikan bahwa bangunan harus diletakan di atas dasar yang sudah diletakan yaitu Kristus.  Hal ini memiliki makna bahwa pekerjaan yang dilakukan harus berfokus pada Kristus bukan yang lainnya termasuk kepentingan diri sendiri.  Sebab, setiap pekerjaan akan diuji oleh Tuhan dengan api, maka setiap pekerjaan yang tidak tahan uji maka akan mengalami kerugian.  Kerugian dalam hal ini maksudnya adalah Tuhan tidak memberikan upah sesuai dengan yang telah ditetapkan.  Itulah sebabnya dikatakan,” Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah.

Tentu setiap orang yang terlibat dalam pekerjaan Tuhan harus benar benar memperhatikan pekerjaannya masing masing.  Apakah pekerjaan yang dilakukan sudah diletakan di atas dasar Kristus?  Bagaimana melakukan pekerjaan menyangkut motivasi apakah memang seperti emas yaitu penuh dengan kemurnian, apakah seperti perak, batu permata, kayu, rumput kering atau Jerami.  Tak seorang pun tahu bagaimana orang melakukan pekerjaan, namun suatu saat akan diuji oleh Tuhan,” Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.

Setiap orang berharap mendapat upah bukan kerugian, oleh sebab itu periksana hati kita bagaimana kita melayani-Nya akan menentukan apakan kelak pekerjaan kita akan tahan uji atau tidak.

Mari bekerja di atas dasar yang benar yaitu Kristus, dan bekerjalah dengan kemurnian hati seperti emas sehingga pekerjaan kita akan mendapat upah dari Kristus Kepala Gereja, Raja segala raja.  Firman Tuhan berkata,” Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya

Leave a Reply

Your email address will not be published.