FIRMANMU PELITA BAGI KAKIKU DAN TERANG BAGI JALANKU

Firman Mu Pelita Bagi Kakiku Dan Terang bagi Jalanku. Perkataan Daud ini pasti diamini oleh setiap orang Kristen. Bukan saja diamini tetapi perkataan Daud ini juga dijadikan hiasan dinding di ruang tamu, di kamar tidur dan juga di ruangan umum. Bahkan ada pula yang menuliskannya di kaos, sebagai pembatas buku dan lain sebagainya. Namun apakah benar-benar Firman Tuhan sudah dijadikan pelita dan terang bagi kehidupan orang Kristen? Jawabannya bisa “ya” bisa “tidak”.
Banyak orang Kristen sungguh-sungguh memiliki Firman Tuhan dan menjadikannya pelita dan terang dalam kehidupan, sehingga kehidupan rohaninya bersinar. Tetapi bagi sebagian orang Firman Tuhan hanya didengar kemudian dilupakan, sehingga mereka tidak memiliki pedoman yang membimbing hidup rohani mereka. Ada banyak alasan mengapa orang tidak memiliki Firman Tuhan. Ada yang karena tidak pernah membaca atau mendengar Firman Tuhan. Ada pula yang menganggap Firman Tuhan tidak penting. Mereka beranggapan bisa menjalani hidup ini dengan kemauannya dan jalannya sendiri. Orang- orang yang seperti ini perlu terus diyakinkan bahwa Firman Tuhan adalah “makanan” bagi orang Kristen dan Firman Tuhan adalah pedoman hidup bagi setiap orang percaya.
Untuk itulah tim Proyek Hana terpanggil untuk memberi motivasi kepada para wanita Kristen di mana saja agar mereka sungguh-sungguh memiliki Firman Tuhan dan menjadikannya pelita serta terang yang menerangi hidupnya. Pada tanggal 14 Agustus tim Proyek Hana diberi kesempatan bertemu dengan kelompok wanita dari Gereja Misi Injili Indonesia (GMII) Jemaat “Banyu Urip” Dodol – Wonoagung – Kasembon. Dari penuturan beberapa wanita, mereka mengungkapkan sudah lebih dari satu tahun menjadi orang Kristen dan beribadah di gereja itu. Tetapi ketika ditanya tentang Firman Tuhan, hanya satu dua wanita yang hafal dua atau tiga ayat Firman Tuhan yang sempat diingat dan yang tersimpan dalam hatinya. Tim Proyek Hana meyakinkan mereka bahwa Frman Tuhan itu penting dan merupakan makanan jiwa. Oleh sebab itu setiap orang Kristen harus memiliki Firman Tuhan dan menerapkannya dalam hidup. Tim Proyek Hana yang diwakili oleh ibu Susi mengupas sedikit tentang kehidupan Daud dan bagaimana Daud mencintai Firman Tuhan. Ibu Susi juga menjelaskan manfaat Firman Tuhan dari 2 Timotius 3: 16 bahwa: “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.”
Di akhir acara, kuis singkat dari ibu Wihani mengenai Firman Tuhan yang sudah dipelajari bersama, direspons positif oleh ibu-ibu yang hadir. Bagi yang berhasil menjawab pertanyaan, mendapatkan bingkisan sederhana meskipun hanya sebagian besar saja yang bisa mengingat materi pelajaran saat itu. Suasana menjadi ceria dan penuh tawa ketika ada yang berhasil menjawab dengan benar. Semoga ibu-ibu termotivasi untuk memiliki Firman Tuhan dan menaatinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *