Perlindungan Perempuan

Kekerasan dalam rumahtangga (KDRT) bisa menimpa siapa saja yang tinggal dalam satu rumah. Agar KDRT itu tidak semakin marak di Indonesia, YTWR ingin berbagi kepada jemaat GPIB Getsemani Malang, tentang KDRT, hukum dan segala resikonya. Bertempat di gedung Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) jemaat Getsemani Malang, pada 15 Maret 2014, seminar Perlindungan Perempuan disampaikan oleh ibu DR. Elfina Sahetapy SH, LLM seorang pakar hukum di bidangnya.

Acara diawali dengan ucapan selamat datang kepada tim YTWR oleh Penatua Ronald Tora, Ketua III Pengurus Harian Majelis Jemaat (PHMJ) GPIB Getsemani, bidang Pelayanan Kategorial dan dilanjutkan dengan sambutan oleh Bp. Rudy Manongko, ketua Bidang Pembinaan dan Pendidikan. Mewakili YTWR, Bp. Otty Priambodo juga memperkenalkan staf YTWR yang hadir sekaligus pembicara yang akan menyampaikan seminar.

Tidak banyak jemaat yang bisa hadir dalam kesempatan ini, karena cuaca hujan menjadi kendala utama. Tetapi keadaan ini tidak menyurutkan semangat ibu DR. Elfina Sahetapy SH, LLM yang lebih akrab disapa Ibu Ina, untuk berbagi pengetahuan kepada sekitar 30 peserta. Dalam pendahuluannya Ibu Ina menjelaskan tentang pandangan negara terhadap KDRT. Dalam penjelasan umum dari UU Penghapusan KDRT (PKDRT) alinea empat menuliskan : “Negara berpandangan bahwa segala bentuk kekerasan, terutama kekerasan dalam rumah tangga, adalah pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan terhadap martabat kemanusiaan serta bentuk diskriminasi”.

Dengan sangat jelas ibu Ina menjelaskan satu persatu, apa saja yang termasuk tindak kekerasan, siapa saja yang bisa menjadi korbannya dan apa sanksinya. Namun dengan tegas ibu Ina juga menambahkan, bahwa sebagai gereja, sebaiknya langkah hukum tidak pernah menjadi pilihan. Sebagai umat Tuhan jauh lebih baik kita mencegah atau menyelesaikannya dalam bentuk pembinaan warga gereja atau pmbinaan keluarga muda. Konflik memang tidak bisa dihindari, tetapi dalam Tuhan masih banyak cara menyelesaikan konflik, tanpa harus sampai ke ranah hukum.

Penjelasan ibu Ina membuka wawasan baru bagi warga gereja yang selama ini memang belum paham masalah hukum. Tetapi mereka menjadi lebih terbuka lagi untuk melihat dan menyelesaikan masalah dalam pembinaan gerejawi. Banyak pertanyaan diajukan oleh peserta, salah satunya adalah apa faktor utama terjadinya KDRT. Dari data yang ada ternyata, masalah ekonomi, perselingkuhan, kurangnya komunikasi merupakan faktor-faktor pencetus adanya KDRT. Undang-undang adalah bagian hukum yang bisa mengatur dan memberi sanksi pada pelaku KDRT, tetapi hukum Tuhan telah terlebih dahulu mengatur hidup manusia. Hukum Tuhan tentang Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri, menjadi dasar kuat bagi umat Tuhan untuk hidup dalam damai sejahtera dan terhindar dari KDRT.
Ibu Anitakari Anna Manongko, Ketua Persekutuan Kaum Perempuan (PKP) GPIB Getsemani sangat berharap ada waktu lagi bagi YTWR untuk berbagi materi yang baik ini kepada jemaat GPIB Getsemani lagi. Menurutnya materi ini sangat baik, membuka wawasan, memberi pengetahuan sekaligus membuka kesempatan bagi gereja untuk mengembangkan pelayanannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *