Seminar Kekerasan Terhadap Anak

“Kekerasan Terhadap Anak” inilah tema yang diusung oleh GPIB Margomulyo dalam rangka Pelayanan terpadu ke-6 pelayanan kategorial yang melibatkan YTWR sebagai nara sumber, Batu, 14 Maret 2014. Ketua PKP (Persekutuan Kaum Perempuan) gereja setempat, Ibu Masella yang juga merangkap sebagai pihak panitia penyelenggara juga melibatkan dua STT di Batu yaitu Intititut Injili Indonesia (I3) dan STT Providensia serta beberapa gereja yang ada di Batu untuk bisa hadir dalam acara ini selain tentu jemaat GPIB Margomulyo sendiri.

Sesuai dengan visi-misi kami bahwa YTWR adalah partner gereja, hal ini kami wujudkan saat Dr. Elvina L. Sahetapy, selaku badan Pembina YTWR menyampaikan materi kekerasan terhadap anak secara khusus dilihat dari sisi hukum yang ada di Indonesia. Acara yang dihadiri 81 peserta yang didominasi oleh para mahasiswa I3 jurusan PAUD ini memang tepat sasaran, mengingat mereka nantinya akan terjun dimasyarakat yang langsung berkecimpung dalam dunia anak karena memang diharapkan nantinya mereka menjadi para pendidik sesuai dengan jurusan yang diambil. Disamping itu materi ini juga sangat tepat untuk para orang tua bahkan calon orang tua yang juga menghadiri seminar ini.

Isu yang berkembang di tanah air tentang makin banyaknya kekerasan terhadap anak menjadi salah satu faktor kenapa GPIB mengangkat tema kekerasan terhadap anak. Kehadiran Ibu Ina sapaan akrab untuk Dr. Elfina L. Sahetapy diakui membuka wawasan mereka bahwa ada undang-undang yang didalamnya mengatur sanksi hukum bagi pelaku tindak kekerasan terhadap anak. Namun berkali-kali beliau juga menjelasan bahwa sanksi ini diadakan lebih kepada tindakan pencegahan demi tidak terjadinya kekerasan terhadap anak. Mengingat dampak yang akan timbul jika kekerasan ini terjadi sangatlah kompleks baik bagi anak itu sendiri maupun bagi keluarga dan bahkan masyarakat.

Cukup mencengangkan! itulah gambaran ketika Bu Ina menyampiakan data anak di Indonesia yang mengalami kekerasan, ada 1.620 kasus pada tahun 2013 yang meliputi kekerasan fisik, psikis maupun seksual. Undang-undang No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menyebutkan, anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun termasuk anak yang masih dalam kandungan hal ini juga tak luput dari penjelasan Ibu Ina. Rasanya apa yang disampaikan oleh Ibu Ina sangat sinergi dengan renungan pembuka yang disampaikan oleh Penatua Bety Yoseph selaku ketua 3 yang membawahi bidang kategorial dari GPIB Margomulyo. Dalam khotbahnya beliau menyampaikan tentang bagaiman dan mendidik dan mengajar anak yang benar sesuai dengan Firman Tuhan yang mengambil dasar dari Kitab Ulangan 6:1-9.

Kami melihat bahwa respon peserta sangat baik ini terbukti banyaknya pertanyaan yang muncul setelah sesi tanya jawab dibuka. Dan juga tanggapan positif juga diberikan oleh para peserta terhadap seminar kekerasan terhadap anak ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *