MENYAJIKAN PERKATAAN PUJIAN DALAM RUMAH TANGGA

Saudara, menyajikan perkataan pujian dalam rumah tangga adalah topik diskusi kami pada  hari ini.

Perkataan yg tajam, pedas, adalah salah satu alasan mengapa rumah tangga tidak hidup harmonis. Tidak sedikit suami atau isteri maupun anak-anak memilih banyak berada di luar rumah karena alasan ini. Bahkan tidak sedikit juga pergi dari rumah meninggalkan keluarga karena tidak tahan dengan perkataan yg tajam menusuk hati.

Keluarga Kristen, saya yakin anda tidak menginginkan kondisi yg tidak harmonis terjadi dalam rumah tangga anda.  Saya yakin keharmonisan dalam hubungan rumah tangga adalah dambaan anda dan saya.  Keharmonisan akan tercipta dalam rumah tangga anda tat kala kita selalu menyajikan perkataan pujian dan mengeliminir perkataan tajam, kritikan negatif dalam rumah tangga anda.

Namun, bagaimana menyajikan pujian dalam rumah tangga?

LILIS: APAKAH ADA FIRMAN TUHAN YG MENGULAS TENTANG MATERI DISKUSI KITA INI??

Baik Mbak Lilis saya akan membaca Kitab

Kidung Agung pasal 4 : 1 – 4 demikian,

4:1 Lihatlah, cantik engkau, manisku, sungguh cantik engkau! Bagaikan merpati matamu di balik telekungmu. Rambutmu bagaikan kawanan kambing yang bergelombang turun dari pegunungan Gilead.

4:2 Gigimu bagaikan kawanan domba yang baru saja dicukur, yang keluar dari tempat pembasuhan, yang beranak kembar semuanya, yang tak beranak tak ada.

4:3 Bagaikan seutas pita kirmizi bibirmu, dan elok mulutmu. Bagaikan belahan buah delima pelipismu di balik telekungmu.

4:4 Lehermu seperti menara Daud, dibangun untuk menyimpan senjata. Seribu perisai tergantung padanya dan gada para pahlawan semuanya.

LILIS: SIAPA PENULIS KITAB INI PAK DAN  BAGAIMANA PENULIS MENGGAMBARKAN PERKATAAN PUJIAN.

Penulis ini adalah Salomo.

Perhatikan:

Ayat 1 sungguh cantik engkau bagaikan merpati matamu. Rambutmu bagaikan kawanan kambing.

Ayat 2  Gigimu bagaikan kawanan domba.

Ayat 3 Bagaikan seutas pita kirmizi bibirmu

Ayat 4  Lehermu seperti menara Daud

LILIS; MENARIK SEKALI PAK  UNTUK DIPELAJARI AYAT INI SECARA DALAM.

ADA TIGA HAL YG INGIN SAYA TANYAKAN DARI TEKS INI PAK MANIK.

PERTAMA;

DARI AYAT 1 PAK. APA MAKSUD KATA BAGAIKAN MERPATI MATAMU, DAN APA MAKSUDNYA ITU PAK.

MANIK; Bagaikan merpati maksudnya adalah Dalam budaya  dunia  Timur kuno, merpati adalah lambang ketenangan dan kedamaian. Jadi kata ini,   menunjukkan bahwa sang mempelai perempuan adalah seorang pribadi yang tenang, dan pendamai. 

LILIS: Dalam teks ini Ternyata salomo bukan memuji phisik sang mempelai perempuan ya pak, tetapi memuji kepribadiannya. Untuk masa kini masihkah relevan memuji kepribadian pak? Bukankah lebih baik memuji fisik?

MANIK: Sangat relevan dan itu harus dilakukan tetapi masih jarang orang melakukannya itu, karena yg paling mudah di lihat dan dipuji adalah phisik.

LILIS: KEDUA; MASIH DARI AYAT 1 PAK. APA MAKNA DARI  KATA RAMBUTMU BAGAIKAN KAWANAN KAMBING.

MANIK: Di Palestina, kambing biasanya berwarna hitam dan sekawanan kambing digiring turun dari gunung  pada saat matahari terbenam.  Maksudnya adalah bahwa rambut mempelai perempuan itu berwarna hitam tebal bergelombang dan mempunyai kualitas yang tiada duanya memiliki daya pesona.  Perhatikan, Mempelai laki-laki menyajikan pujian kepada mempelai perempuannya di dasarkan pada kenyataannya serta tulus.  Pujian di sajikan tanpa melupakan satupun keindahan-keindahan yang dilihat Mempelai laki-laki pada mempelai perempuannya.  Semuanya diungkapkannya secara nyata dan  jujur.  Sehingga suasana diantara kedua mempelai ini semakin mesra dan bergarirah. 

LILIS: KETIGA; DARI AYAT 3 PAK. APA MAKNA DARI  KATA BAGAIKAN SEUTAS PITA KIRMIZI BIBIRMU

MANIK; Dalam ayat ini pengantin pria memuji pengantin perempuan dengan ungkapan : “ Bagaikan seutas pita kirmizi bibirmu dan elok mulutmu.” Hal ketiga yang kita pelajari dari kualifikasi menyajikan pujian adalah; Bibir yang bagaikan pita kirmizi tentu bukan bicara dari bentuk bibir itu, karena kalau dicari dimanapun tidak ada bibir berbentuk pita. Tetapi ketika Alkitab berbicara tentang bibir, maka itu lebih menunjuk pada apa yang dihasilkan bibir itu yakni perkataan-perkataan ataupun ucapan. Dari sini kita lihat ternyata pengantin perempuan memiliki perkataan yang santun, indah dan memuliakan Tuhan. Dalam Ibrani 13:15 disinggung tentang buah bibir yang memuliakan Tuhan. Ada buah bibir yang memuliakan Tuhan tapi ada juga yang tidak memuliakan Tuhan. 

 

LILIS: SAUDARA PENDENGAR, SAYA SANGAT DIBERKAT  DARI TIGA JAWABAN DARI BAPAK MANIK YG SAYA SIMPULKAN DEMIKIAN;

PERTAMA, KETIKA KITA MENYAJIKAN PUJIAN TIDAK SEMATA-MATA HANYA MEMUJI PHISIKNYA SAJA.

KEDUA, KETIKA MENYAJIKAN PUJIAN SECARA FISIK, PUJILAH DENGAN JUJUR DAN TRANSPARAN JANGAN MENGARANG HANYA UNTUK MENYENANGKAN SAJA TETAPI TIDAK SESUAI DENGAN FAKTA.

KETIGA, MENYAJIKAN PERKATAAN PUJIAN TIDAK SEKEDAR, TETAPI DILAKUKAN DENGAN KASIH SAYANG.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *