Apotek Hidup 2

0

Saudara, memang daun katuk sangat popular di kalangan kaum ibu yang menyusui. Nama ilmiah tanaman ini adalah Sauropus Adrogynus. Sebenarnya manfaat daun katuk banyak, antara lain mengatasi gangguan pada kulit seperti bisul, borok, bisa mengatasi gangguan osteoporosis juga bahkan bisa mengobati demam juga. Kandungan gizinya sangat baik. Daun katuk mengandung kalsium, zat besi, fosfor, vitamin A, vitamin B, vitamin C, protein, serat, efredin dan air. Kandungan vitamin C daun katuk sangat tinggi dan lebih tinggi dari jeruk dan jambu biji. Anda masih ingat ya, vitamin C itu penting bagi pembentukan kolagen yang baik untuk tulang, pengangkut lemak juga, pengatur tingkat kolesterol juga, dan vitamin C juga komponen yang baik untuk gusi yang sehat, baik untuk penyembuhan luka, bisa meningkatkan fungsi otak dan sebagai imunitas alami juga. Sedangkan vitamin A pada daun katuk juga bermanfaat untuk kesehatan mata. Klorofilnya atau zat hijau daunnya bermanfaat untuk membersihkan jaringan tubuh kita dari racun, parasit, bakteri dan virus. Klorofil ini juga memiliki fungsi sebagai antioksidan.

Tetapi anda tetap patut waspada saudara, karena daun katuk ini juga memiliki efek samping yang dapat mengganggu penyerapan fosfor dan kalsium yang bisa menimbulkan gangguan sesak nafas, sulit tidur dan tidak enak makan. Kalau anda mengkonsumsi 150g jus Daun katuk mentah selama 2 minggu sampai 7 bulan, maka akan terjadi sulit tidur, tidak enak makan bahkan sampai sesak nafas.” Ini berarti ketika anda mengkonsumsi daun katuk konsumsilah secukup saja, jangan berlebihan. Menurut beberapa penelitian, terlalu banyak mengkonsumsi Daun katuk dapat mengakibatkan kelainan paru-paru seperti bronkiolitis yang permanen. Jadi Saudara, mengkonsumsi Daun katuk lebih baik direbus dulu supaya sifat antiprotozoanya hilang. Sedangkan  konsumi Daun katuk ini disarankan sehari sebanyak  50 gr saja. Anda tidak perlu takut dan ragu untuk mengkonsumsi daun katuk karena hanya dibutuhkan kewaspadaan saja ketika mengkonsumsi bahan ini. Yang pertama jangan berlebih jumlahnya yang kedua jangan berlebihan waktunya. Kalau anda mengkonsumi secara bijak, saya yakin anda akan mendapatkan manfaat besarnya. Seperti tadi sudah saya sampaikan bahwa manfaat daun katu itu banyak. Antara lain bisa mengobati Borok atau bisul. Anda bisa menyiapkan segenggam daun katuk, lalu cuci dan lumatkan, tempelkan lumatan Daun katuk pada kulit yang terkena borok.

Kalau untuk sembelit atau masalah buang air besar, Siapkan 200 gr Daun katuk yang sudah bersih, rebus dengan segelas air kurang lebih 10 menit, kemudian saring. Minum airnya secara teratur 2 kali sehari masing-masing 100 ml. Ini kira-kira setengah gelas yang ukuran sedang.

Saudara, bagi anda kaum ibu yang menyusui dan produksi ASI nya kurang, bisa memanfaatkan 100 gr Daun katuk yang sudah bersih, rebus dengan segelas air hingga tersisa setengah gelas, saring lalu minum air saringan tersebut secara teratur 2 kali sehari. Kalau produksi ASI sudah cukup, hentikan konsumsinya.

Nah sekarang kalau untuk mengatasi penyakit kulit atau frambusia, Siapkan seperempat gram Daun katuk yang telah dicuci bersih lalu giling sampai halus. Tambahkan seperempat gelas air masak dan sedikit garam, aduk sampai rata, lalu peras dan saring. Air perasannya diminum dan ampasnya digosokkan ke bagian badan yang terkena Frambusia atau penyakit kulit. Lakukan 2 kali sehari hingga sembuh. Selain untuk pengobatan, Daun katuk juga memiliki manfaat yang lain seperti pewarna alami untuk rambut anda.

Saudara sekali lagi saya ingatkan anda bisa mengkonsumsi daun katuk  ini dengan memanfaatkan air rebusan daun katuk atau bisa juga mengkonsumsi daun katuk sebagai salah satu menu keluarga anda, sayur daun katuk.  Bisa sayur bening, bisa sayur santan daun katuk, bisa juga tumis daun katuk dicampur ebi. Ingatlah juga bahwa konsumsi daun katu jangan terlalu banyak dan jangan berturut-turut dalam jangka waktu yang panjang. Kalau anda lebih suka menggunakan air daun katuk sebagai pengobatan, memang anda akan menyisakan daunnya. Tetapi, kalau anda punya hewan ternak ayam atau kelinci, anda bisa bagikan daun katuk yang tidak terpakai ini untuk hewan ternak anda, karena daun katuk ini bisa juga meningkatkan produksi telur pada ayam, dan bisa juga meningkatkan mutu dagingnya baik pada kelinci maupun ayam.

Saudara saat ini memang usaha budidaya tanaman katuk masih merupakan usaha sambilan, karena potensi nilai ekonomi dan sosial tanaman ini belum banyak diungkap. Tetapi kalau anda memiliki lahan kosong di sekitar rumah anda, tidak ada salahnya kalau anda mencoba budidaya daun katuk ini.

Tanaman katuk mempunyai daya adaptasi yang besar terhadap lingkungan daerah tropis, dapat tumbuh dan berproduksi di dataran rendah sampai dataran tinggi. Tanaman katuk toleran terhadap kondisi teduh (naungan) sehingga cocok ditanam di lahan pekarangan. Lingkungan yang paling ideal untuk membudidayakan katuk adalah daerah dengan suhu udara berkisar antara 21-32oC. Tanaman ini membutuhkan tanah yang subur, gembur, banyak mengandung humus.

Tanaman katuk bisa diperbanyak dengan cara stek batang atau cabang, kemudian ditancapkan dalam lubang tanam secara tegak sedalam 5–10cm dan tanahnya disiram sampai lembab.

Pemeliharannya adalah pengairan secara kontinyu seminggu 2 kali, terutama pada musim kemarau. Pengairan selanjutnya disesuaikan dengan cuaca atau keadaan tanah. Penyiangan dilakukan pada saat tanaman berumur 15 hari setelah tanam.  Penyiangan selanjutnya dilakukan setiap bulan atau tergantung pada keadaan gulma.

Tanaman katuk biasanya mencapai ketinggian 70 cm atau lebih pada umur 3–3,5 bulan setelah tanam. Pada tahap ini dapat dilakukan pemanenan pertama. Panen dilakukan dengan cara memangkas ujung tanaman atau cabang menggunakan pisau yang tajam.  Pucuk dipangkas atau dipotong sepanjang 10–15 cm.  Waktu panen yang paling baik adalah pada pagi atau sore hari dan kondisi cuaca cerah. Pemanenan berikutnya dilakukan secara kontinyu sebulan sekali. Anda bisa berbudidaya daun katuk, sekaligus anda bisa menikmati manfaatnya.

Saudara, seorang penemu lampu pijar berujar :“Sibuk tidak selalu bekerja yang nyata. Tampak bekerja tidak sama dengan bekerja yang sebenarnya. Tujuan dari semua pekerjaan adalah produksi atau penyelesaian. ~Thomas Alva Edison

Awesome
  • User Ratings (0 Votes) 0
Share.

About Author

Leave A Reply