Apotek Hidup 3

0

Saudara, Di Indonesia, selain dikenal dengan nama bratawali, tanaman ini di Jawa sangat dikenal dengan nama Brotowali. Tumbuhan ini punya nama daerah seperti Andawali (Sunda). Selain Brotowali, di Jawa juga ada nama lain seperti  antawali, daun gadel, putrawali. Di Bali dikenal dengan nama Antawali.  Saya pakai istilah bratawali ya, supaya kita satu pemahanam. Nama ilmiah Tanaman Bratawali adalah Tinospora crispa. Bratawali sejenis tumbuhan perdu yang menjalar, melilit dan melingkar. Tanaman ini sudah terkenal khasiatnya sebagai obat. Seluruh bagian tanaman ini dapat digunakan sebagai obat. Tadi sudah sampaikan, meskipun rasanya pahit, khasiatnya ternyata cukup dahsyat.

Zat yang terkandung dalam bratawali antara lain alkaloid, glikosida, berberin, harsa, palmatin, tinikrisposoa, kolombin dan koakolini. Sebutannya susah ya, tetapi anda tidak perlu susah-susah menghafal kandungan zat nya, anda hanya perlu mengetahuinya untuk mendapatkan manfaatnya. Nah zat-zat yang terkandung pada tanaman bratawali inilah yang memungkinkan bratawali berkhasiat untuk pengobatan.

Pemanfaatan dari tanaman Bratawali ini banyak terdapat pada bagian batang tanaman. Kulit-batangnya mengandung zat-zat seperti alkaloid dan damar lunak berwarna kuning. Sedangkan akarnya mengandung zat berberin dan kolumbin. Kandungan alkaloid dan berberin ini berguna untuk membunuh bakteri pada luka. Rasa pahit yang dimiliki bratawali ini diproduksi oleh zat pikroretin yang dimiliki bratawali. Zat ini dapat merangsang kerja urat saraf sehingga alat pernapasan bekerja dengan baik. Bisa juga membantu kelancaran pertukaran zat sehingga dapat menurunkan panas tubuh. Selain untuk pengobatan, bratawali juga berfungsi sebagai penambah nafsu makan dan menurunkan kadar gula dalam darah. Kalau sebagai obat, bratawali biasa direbus dan diminum ataupun dioleskan pada kulit untuk luka luar.

Ada beberapa daerah dan negara yang sudah memanfaatkan pengobatan menggunakan bratawali. Ada yang menggunakan semua bagian tumbuhan bratawali untuk obat demam. Ada juga yang menggunakan bratawali untuk penyembuhan penyakit syaraf yang mengarah kepada sakit jiwa. Ada yang menggunakan batang bratawali i sebagai obat sakit perut, demam dan sakit kuning, bahkan sebagai obat gosok untuk mengobati sakit punggung dan pinggang. Ada juga yang memanfaatkan air rebusannya untuk mengobati demam, obat luar untuk luka, dan gatal-gatal. Ada banyak gangguan ya yang bisa diatasi menggunakan bratawali. Kalau penyakit, kira-kira penyakit apa saja ya yang bisa diatasi dengan bratawali?

Saudara, sebelum saya bahas khasiatnya, saya perjelas dulu tentang tanaman bratawali ini ya. Bratawali ini panjangnya mencapai 2,5 m atau lebih. Batangnya sebesar jari kelingking, berbintil-bintil rapat, dan rasanya pahit. Daun tunggal, bertangkai menjantung atau agak membundar, berujung lancip. Bunga kecil, berwarna hijau muda atau putih kehijauan.. Saya bahas satu persatu ya penyakit yang bisa diatasi menggunakan bratawali.

Untuk mengobati Rematik : Cuci dan potong-potong menjadi beberapa bagian batang bratawali seukuran ibu jari, lalu rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1,5 gelas. Dinginkan lalu saring. Tambahkan 1 sendok makan madu ke dalam air saringan, lalu minum 3 kali sehari masing-masing 1/2 gelas. Jadi satu ramuan ini bisa untuk pengobatan satu hari. Anda bisa langsung membaginya pada 3 wadah atau 3 gelas, dan anda bisa gunakan untuk 3x kali minum.

Kalau untuk Demam : Cuci bersih batang bratawali kira-kira 10 cm lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, tambahkan 1 sendok makan madu, lalu minum 2 kali sehari masing-masing 1 gelas. Ini berarti anda harus membuat dua kali olahan untuk dua kali minum, pagi dan sore.

Kalau ada yang demam karena penyakit kuning, atasilah dengan 1 jari batang bratawali, cuci bersih lalu potong-potong menjadi beberapa bagian. Rebus potongan bratawali dengan 3 gelas air sampai mendidih dan tersisa 1,5 gelas. Campur madu secukupnya, lalu minum 3 kali sehari masing-masing 1/2 gelas. Berarti satu olahan ini bisa dimanfaatkan untuk 3x pengobatan dalam satu hari.

Untuk Kencing manis (Diabetes) manfaatkan 6 cm batang bratawali, tambahkan, 10 helai daun sambiloto dan 10 helai daun kumis kucing. Rebus bahan-bahan tersebut dengan 3 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Minum air rebusan 2 kali sehari masing-masing 1 gelas setelah makan. Satu kali olahan ini bisa untuk pengobatan satu hari, pagi dan sore.

Atau olahan kedua untuk diabetes, anda bisa memanfaatkan 10 cm batang bratawali ditambah akar papaya, rebuslah dengan 3 gelas air. Setelah mendidih, saring dan diamkan sampai agak dingin. Ramuan ini untuk diminum 2x sehari.

Ada yang terserang malaria? Gunakan 20 cm batang bratawali berikut daunnya direbus dengan 1 liter air sampai airnya tinggal setengah. Setelah dingin, diminum dengan madu. Ramuan ini untuk diminum 3x sehari.

Pengobatan Hepatitis, siapkan 20 cm batang brotowali berikut daunnya. Siapkan juga air perasan temulawak seukuran 3 ruas jari yang sudah diparut. Rebus batang dan daun bratawali dengan 1 liter air sampai airnya tinggal setengah. Menjelang masak, masukkan air perasan temulawak. Kalau sudah mendidih angkat dan saring. Ramuan ini untuk diminum 3x sehari, ketika hangat.

Buah hati anda susah makan atau tidak nafsu makan ? Siapkan 3 helai daun brotowali, 30 gram batang brotowali direbus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Diminum setiap hari 1 gelas. Itu tadi pengobatan dalam yang memanfaatkan batang dan daun bratawali. Kalau untuk pengobatan luar, untuk Gatal-gatal misalnya, Rebus 20 g batang brotowali dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Diamkan sampai agak dingin, lalu pakai untuk merendam atau mengompres bagian yang gatal. Lakukan 2x sehari.

Kalau untuk Luka, Koreng, atau Kudis, anda bisa manfaatkan 30 cm batang brotowali juga daunnya dicuci bersih lalu dipotong masing-masing 5 cm. Rebus dengan 6 gelas air selama 1/2 jam. Setelah agak dingin, gunakan untuk membersihkan bagian yang luka. Atau resep yang lain, gunakan 7 batang daun bratawali ditumbuk halus dan tempelkan pada luka lalu dibalut dengan perban. Balutan dan ramuan daun ini harus diganti setiap 2 hari sekali.

Saudara, seperti halnya bratawali yang pahit tapi khasiatnya dahsyat, semua kepahitan akan menjadi manis bila kita bermanfaat bagi orang lain.

Awesome
  • User Ratings (0 Votes) 0
Share.

About Author

Leave A Reply