Apotek Hidup 4

0

Saudara, Kumis kucing yang saya maksud adalah nama tanaman bukan kumis kucing yang sebenarnya. Tanaman ini memang namanya kumis kucing karena memang mirip sekali bentuknya dengan kumis kucing. Nama ilmiahnya Orthosiphon aristatus.  Tanaman ini merupakan salah satu tanaman obat Indonesia yang mempunyai manfaat dan kegunaan yang cukup banyak dalam menanggulangi berbagai penyakit. Kumis kucing merupakan tumbuhan berbatang basah yang tegak. Tanaman Kumis kucing ini sebnarnya berasal dari wilayah Afrika kemudian menyebar ke wilayah Asia dan Australia. Tanaman ini dikenal dengan berbagai istilah giri-giri marah (Sumatera), remujung (Jawa Tengah dan Jawa Timur) dan songot koceng (Madura). Kumis kucing termasuk tumbuhan tegak, pada bagian bawah berakar di bagian buku-bukunya dan tingginya mencapai 2 meter. Batang bersegi empat agak beralur berbulu pendek atau gundul. Helai daun berbentuk bundar atau lojong, bundar telur atau belah ketupat yang dimulai dari pangkalnya, ukuran daunnya antara 1 – 10cm dan tidak begitu lebar. Urat daun sepanjang pinggir berbulu tipis atau gundul, dimana kedua permukaan berbintik-bintik karena adanya kelenjar yang jumlahnya sangat banyak. panjang tangkai daun 7 – 29cm. Ciri khas tanaman ada pada bagian kelopak bunga berkelenjar, urat dan pangkal berbulu pendek dan jarang, sedangkan di bagian yang paling atas gundul. Bunga bibir, mahkota yang bersifat terminal yakni berupa tandan yang keluar dari ujung cabang dengan panjang 7-29 cm, di bagian atas ditutupi oleh bulu pendek berwarna ungu dan kemudian menjadi putih, panjang tabung antara 10 – 18mm. Mungkin sekalipun beda penyebutan dengan gambaran yang saya sampaikan anda paham tanaman yang saya maksud. Secara umum di Indonesia memang dikenal dengan istilah kumis kucing. Daun Kumis kucing basah maupun kering biasa digunakan untuk menanggulangi berbagai penyakit. Di Indonesia daun yang kering dipakai sebagai obat yang memperlancar pengeluaran air kemih (diuretik), bisa juga untuk mengobati rematik.  Ada juga yang memanfaatkan sebagai upaya penyembuhan encok, masuk angin dan sembelit. Selain itu daun tanaman ini juga bermanfaat untu pengobatan radang ginjal, batu ginjal, kencing manis, dan menurunkan kadar glukosa darah. Selain bersifat diuretik, (buang air kecil), kumis kucing juga digunakan sebagai antibakteri.

Saudara, tanaman kumis kucing bisa subur di daerah yang bercurah hujan sedang, di area dengan sinar matahari penuh tanpa ternaungi. Naungan atau perteduhan akan menurunkan kadar ekstrak daun. Keadaan suhu udara yang baik untuk pertumbuhan tanaman ini adalah panas sampai sedang. Tanaman ini dapat dengan mudah tumbuh di lahan-lahan pertanian. Kalau untuk produksi, sebaiknya pilihlah tanah yang gembur, subur, banyak mengandung humus/bahan organik dengan tata air dan udara yang baik. Tanaman kumis kucing bisa di ketinggian antara 500 – 1.200 m dpl.

Saya berharap penjelasan saya tentang tanaman kumis kucing ini memperjelas bayangan anda saudara, sehingga anda paham betul tentang tanaman kumis kucing ini. kalau anda sudah paham dengan tanamannya, saya akan bagikan pada anda infromasi tentang khasiatnya.

Tadi sempat saya sebutkan bahwa salah satu khasiat kumis kucing adalah yang berhubungan dengan diuretic atau buang air kecil. Biasanya gangguannya, adalah kencing yang tidak lancar, masalah dengan ginjal dan sebagainya. Kumis kucing ini memang bermanfaat Sebagai Peluruh kencing dan mengatasi Kencing batu. Kalau sampai kencing batu, berarti memang sudah ada bentukan batu dalam ginjalnya. Bisa juga mengatasi buang air seni yang tidak lancar. Sebagai obat herba untuk sakit pinggang juga bisa. Mengatasi masuk angin juga bisa.  Untuk gangguang-gangguan yang saya sebutkan tadi, anda cukup menyiapkan sekitar 4 genggam daun kumis kucing, tambahkan sekitar 6 lembar daun  keji beling. Cuci bersih kedua bahan itu, kemudian rebuslah dengan air secukupnya sampai benar-benar mendidih dan tambahkan sedikit gula. Minumlah ramuan ini selama 10 hari berturut-turut 2x sehari. Sekali rebusan ini bisa anda gunakan untuk satu hari pemakaian. Jadi kalau untuk pengobatan selama 10 hari, anda harus membuat setiap hari juga. Ramuan untuk satu hari jangan disisakan untuk esok harinya. Kalau ada sisa lebih baik dibuang saja. Supaya tidak menyisa banyak anda bisa memperkirakan takaran air yang tepat untuk sehari saja.

Atau mungkin anda mau menggunakan cara pengobatan yang lain? Saya bagikan juga ya. Kali ini saya pisahkan dulu.

Untuk mengobati kencing batu, melancarkan air kencing, sakit pinggang, darah tinggi, dan diabetes militus: Ambil daun kumis kucing satu genggam, rebus dengan air 2 gelas, hingga tersisa satu gelas. Minum ramuan ini sehari satu gelas sebelum tidur malam. Jangan lupa ya, sebelum tidur malam saja, hanya satu gelas saja.

Kemudian, kalau untuk memperlancar pengeluaran air kemih: Siapkan daun kumis kucing kira-kira 30 gram, akar Alang-alang 30 gram, meniran 30 gram, cuci hingga bersih semua bahan dan rebus menggunakan 3 gelas air, sampai tersisa menjadi 1,5 gelas. Minum ramuan ini 3x sehari sebanyak ½ gelas, sesudah makan pagi, siang dan malam.

Kalau untuk mengobati batu ginjal: Siapkan Daun kumis kucing 25 gram, daun ngokilo (keji beling) 25 gram, daun meniran dengan akarnya 25 gram. Cuci bersih semua bahan, lalu rebus dengan air sebanyak empat gelas sampai mendidih. Minum sampai habis air ramuan tersebut dalam sehari.

Saudara kalau di sekitar rumah anda ada tanaman kumis kucing dan tidak ingin kehilangan manfaatnya, anda bisa memanen dulu daun atau bunganya dan dijemur sampai kering. Daun dan Bunga kering ini tetap bisa digunakan untuk pengobatan dan anda tinggal menyeduhnya dengan air panas seperti anda membuat teh. Mau basah mau kering kumis kucing tetap bermanfaat.

Saudara, sebuah pepatah kuno mengatakan : “Alam menyerahkan rahasianya yang sangat besar kepada orang-orang yang rajin mencarinya” ~Pepatah Kuno

Share.

About Author

Leave A Reply