Memaknai Kedatangan Yesus ke Dunia

Umat Kristen mempunyai cara masing-masing dalam menyambut dan merayakan Hari Natal atau Hari Kelahiran Tuhan Yesus. Kali ini, Pdt. Yohanes M Madhu, Ketua Badan Pengurus YTWR, mengajak kita untuk merenungkan apa sebenarnya esensi dari kedatangan Yesus ke dunia ini?

“Sering kali kita berfokus pada bagaimana Yesus dilahirkan dan seperti apa kronologisnya. Tapi, Injil Yohanes memberikan nuansa yang berbeda, yaitu menceritakan esensi dan inti dari kedatangan Yesus,” ujar Yohanes yang menjadi Ketua Badan Pengurus YTWR sejak 2011 ini. Ia melanjutkan, sejak manusia ada, tidak seorang pun pernah melihat Allah, manusia hanya mendengar suaranya. Firman yang selama ini hanya didengar, tidak ada wujudnya. Namun, sekarang Firman yang demikian itu telah datang ke tengah-tengah kita.

Karena itu, dalam Yohanes 1 : 1 dikatakan, “Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah,” dan kemudian di ayat 14, “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.”

Oleh karena itu, kita ini adalah orang-orang yang berbahagia karena Firman itu telah menjadi manusia. Lalu, mengapa sampai Tuhan harus jadi manusia? Agar manusia tidak hanya memahami Tuhan sebagai Yang Mahakuasa dan yang hebat dan luar biasa. Tetapi juga memahami bahwa Tuhan itu berhubungan dengan manusia yang diciptakan-Nya. Artinya, ada sentuhan kasih dari Tuhan.

“Maka dari itu, momen Natal bagi kita sebenarnya bukan pada perayaan, tetapi pada inti bahwa Allah datang untuk mencari manusia,” ungkap Yohanes. Dia juga menambahkan, hendaknya pada  saat merayakan Natal kita memperhatikan orang-orang di sekitar kita. “Banyak orang yang perlu disentuh dengan kasih kita, sebagaimana Tuhan telah menyentuh kita dengan kehadiran-Nya di tengah-tengah kita,” tegasnya. Sehingga, sebagai orang Kristen kita harus memberikan damai sejahtera di lingkungan tempat kita berada. Seperti Kristus yang telah hadir di tengah-tengah dunia dan memberi damai sejahtera. (tm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *