Profil: Veronika Ratmini

Empat tahun sudah Veronika Ratmini, S.Th menjalin komunikasi intens dengan para pendengar radio YTWR yang tersebar di seluruh Indonesia. Sejak 2014, Veronika bergabung menjadi salah satu anggota tim Follow-Up yang bertugas menanggapi semua respon pendengar yang masuk entah itu lewat surat, sms, chat WhatsApp, dan lain-lain.

“Setiap kali saya membalas surat pasti selalu saya beri renungan supaya bisa menguatkan para pendengar dan agar mereka makin setia mendengarkan program. Selain itu, tentu kita juga mendoakan mereka,” ungkap lulusan Sekolah Tinggi Teologi (STT) Simpson, Semarang ini.

Setiap bulan, setidaknya ada 25 surat yang harus dibalas, belum lagi sms yang masuk setiap saat tanpa mengenal waktu. Saat ini ia khusus merespon sms yang masuk dari pendengar program Kebenaran Abadi. Tidak heran jika Veronika memahami betul setiap pergumulan yang dialami para pendengar.

“Banyak juga dari mereka yang bergumul dengan masalah hidup yang berat, mulai dari masalah rumah tangga sampai ada yang menghadapi ancaman akan dibunuh juga,” ungkapnya. Ia lalu bercerita tentang salah satu pendengar setia YTWR di Nias.

“Ada seorang pendeta di Nias yang seringkali sms saya dan bilang ‘Bu,saya malam ini mau dibunuh tolong doakan’. Dalam pelayanannya dia memang sering dapat ancaman seperitu” jelasnya. Menanggapi hal itu, Veronika terus memberikan penguatan sekaligus mendoakan. “Saya selalu bilang, kalau kita percaya Tuhan Yesus, roh yang ada di dalam diri kita lebih besar dari yang ada di dunia ini. Jadi, jangan takut,” kata istri dari Pdt Eslo Laudin Manik ini.
Ia juga mengungkapkan bahwa setiap daerah punya pergumulan yang khas dan berbeda satu sama lain. “Kalau di Bali biasanya anak-anak sekolah yang banyak minta didoakan untuk kelanjutan studinya, kalau di Surabaya itu lebih banyak soal iman, dan kalau di Sumatera masalah rumah tangga yang paling banyak dialami,” jelas ibu dua anak ini.
Lalu, karena para pendengar rutin memberikan respon, mereka menjadi akrab dengan Veronika.

Karena itu, sejak satu tahun lalu ia berinisiatif membuat group WA khusus untuk pendengar program Kebenaran Abadi. “Awalnya di grup itu saya kirimkan kata-kata bijak secara rutin tapi lama-lama mereka malah mintanya renungan panjang, ya sudah saya buatkan juga akhirnya. Sekarang ada 12 orang di grup itu,” tuturnya. Yang terpenting bagi Veronika adalah bagaimana dia bisa menyenangkan pendengar dengan selalu menjaga komunikasi serta kreatif dalam membalas setiap respon.

Selain berkomunikasi dengan para pendengar, tugas lain yang juga cukup menantang bagi Veronika adalah membuat database dari para pendengar yang telah memberikan tanggapan. Setiap menerima respon dia harus menjabarkan dengan detail seperti apa profil pendengar dan bagaimana responnya. Meski begitu, semua tanggung jawab tidak dijadikannya beban. “Karena inilah yang Tuhan percayakan, ya harus dipelihara baik-baik,” katanya. ™

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *