Bertumbuh Melalui ‘Kebenaran Abadi’

Namanya Mochamad Jasin atau lebih akrab disapa dengan Jasin. Ia merupakan warga Pedukuhan Tegalrejo, Desa Ketindan, Kecamatan Lawang yang terletak di lereng Gunung Arjuno. Sejak tahun 1967, ia tinggal di desa tersebut karena merasa Tuhan memanggilnya untuk melayani di sana. Sehingga pada tahun 1974 hingga sekarang, Jasin menjadi gembala jemaat Gereja Pekabaran Injil (GPI) Jalan Suci yang gerejanya bersebelahan dengan tempat tinggalnya.

“Setelah saya datang ke desa ini, saya menikah dengan istri saya, Muliana atau Kasri dan bersama-sama kami menggembalakan jemaat di sini,” ungkap pria kelahiran Malang, 2 Agustus 1940 ini. Bersama Muliana ia dikaruniai 6 anak, 5 menantu dan 10 cucu. Ia juga menceritakan bahwa ketika pertama kali datang ke Desa Tegalrejo, ada banyak tantangan yang dihadapi.

“Saya berada di tengah-tengah orang asli desa sini yang sama sekali tidak mengenal Tuhan, tapi Puji Tuhan ada yang sudah menjadi anak Tuhan yang setia,” jelasnya. Hingga tahun 2018 ini, jemaat GPI Jalan Suci berjumlah 11 KK.
Lalu, pada bulan Februari 2017, Jasin mulai diperkenalkan dengan siaran dari YTWR. Satu tahun yang lalu, ia menerima Mini Audio Box (MAB) yang berisi berbagai program, salah satunya ‘Kebenaran Abadi’, yang menyajikan pembahasan mendalam mengani bagian Alkitab.

“Saya sangat merasakan manfaat saat mendengarkan Kebenaran Abadi, ketika ada waktu luang di rumah saya selalu mendengarkan,” ungkapnya. Ia mengatakan, ada banyak hal yang sebelumnya belum ia pahami namun dengan menyimak ‘Kebenaran Abadi’, ia makin diperlengkapi. “Untuk saya pribadi, Firman Tuhan yang disampaikan memperlengkapi saya sebagai gembala jemaat. Banyak pengertian yang dibukakan setelah saya mendengarkan secara rutin,” tuturnya.

Karena itulah setelah satu tahun berselang, Jasin tetap setia mendengarkan dan membagi pengetahuan yang telah ia dapat itu kepada jemaatnya. “Pelayanan kami di sini jadi makin diteguhkan. Saya merasakan jemaat di sini semakin mengenal Tuhan, semakin semangat mengasihi Firman Tuhan dan menaruh harapan hanya pada Tuhan Yesus,” jelas Jasin.

Dan ternyata tidak hanya Jasin saja yang merasakan manfaat dari program-program YTWR. Dalam Mini Audio Box (MAB) yang ia terima, ada program ‘Bugar’ yang rutin didengarkan oleh istrinya, Muliana.
“Audio box ini biasanya saya taruh di dapur. Sambil masak saya mendengarkan. Saya senang ada pengetahuan baru tentang tanaman-tanaman yang selama ini saya belum tahu gunanya apa,” katanya. Ia memberi contoh, ada satu siaran ‘Bugar’ yang menjelaskan tentang manfaat merica yang dicampur dengan sirih serta minyak kayu putih.

“Dari siaran itu saya jadi tahu kalau merica, sirih, dan minyak kayu putih punya khasiat untuk meredakan sesak nafas. Kebetulan kami nanam sirih, jadi ya langsung saya praktekkan,” ungkap Muliana. Bahkan, setelah mencoba ia bisa menemukan fungsi lain dari ramuan tersebut yaitu untuk meredakan linu-linu. Atas berkat yang sudah mereka terima ini, keluarga Jasin merasa sangat bersyukur dapat berkenalan dengan program-program YTWR. ™

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *