Asli dan Palsu

Tanaman dan bunga plastik kelihatan menyerupai tanaman dan bunga hidup, yang pada pandangan mata bagus dan indah. Namun, bagaimanapun juga, ada kepalsuan di balik semua yang bagus dan indah pada tanaman dan bunga plastik. Bahan plastik tidak ada aromanya. Kalau dipegang tidak ada kelembutannya. Dan kalau teliti memperhatikannya, warnanya pun tidak sama persis dengan warna tanaman yang hidup. Yang plastik itu masih mempertahankan keindahannya, namun pada saat yang sama menunjukkan kepalsuannya. Yang paling jelas perbedaannya adalah, keindahan alami dan nuansa alami tidak ada pada tanaman dan bunga plastik.

Ilustrasi ini menjadi inspirasi untuk merenungkan keaslian dan kepalsuan dalam kehidupan nyata. Ada keaslian dan bisa juga kepalsuan dari suatu perkataan yang baik, senyum yang manis, dan perbuatan baik (meskipun tidak kelihatan). Jadi, semua yang dipandang baik bisa mengandung keaslian, tetapi juga bisa mengandung kepalsuan. Kalau begitu, dalam kehidupan ini, apa yang bisa menunjukkan keaslian, dan apa yang bisa menunjukkan kepalsuan, baik dalam perkataan dan sikap, maupun dalam perbuatan dan penampilan seseorang? Yang membedakan keaslian dari kepalsuan dalam kehidupan ini adalah kebenaran dan motivasi.

Kebenaran adalah sesuatu yang paling mendasar, merupakan nilai dasar, yang berasal dari Tuhan, yang selalu nampak dalam pikiran dan hati manusia, yang menjadi standard dan tuntutan bagi apapun yang akan dibuat oleh manusia. Dan motivasi adalah sesuatu yang mendorong seseorang berkata, bersikap maupun berbuat sesuatu. Namun motivasi memang bisa berakar pada kebenaran, dan sebaliknya bisa berakar pada ketidakbenaran. Ini menyangkut tujuan yang ingin dicapai seseorang dalam menjalankan kehidupannya, sekalipun mungkin hal ini masih tersembunyi.

Kebenaran dan motivasi yang benar, yang berasal dari Tuhan, dapat mengubah kehidupan ini dari yang buruk menjadi baik, yang menyenangkan Tuhan, serta membawa manfaat bagi sesama. Itulah kebenaran dan motivasi yang merupakan intisari atau hakikat dari kehidupan ini. Karena itu setiap orang memerlukan kebenaran dan harus menegakkan kebenaran, untuk membentuk dan memimpin dirinya melakukan yang benar demi kebahagiaan hidupnya. Tetapi bukan dengan kebenaran yang palsu, bukan dengan motivasi yang palsu, dan bukan demi kebahagiaan yang palsu. Karena itu semua orang membutuhkan pembetulan motivasi berdasarkan kebenaran yang sesungguhnya. Memang, lebih baik hidup ini indah dan bermanfaat dalam kebenaran dan motivasi yang benar, daripada didorong oleh ketidakbenaran dan motivasi yang buruk sekalipun tampil dalam kemasan yang indah tetapi semu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *