Kredibilitas

Kredibilitas itu adalah hal dapat dipercaya. Unsur utamanya adalah kualitas atau mutu, yang tentunya bersifat standard. Kualitas seseorang ditunjukkan dengan adanya pengetahuan, skil, kecerdasan, keahlian, kekuatan dan pengaruh positif yang sanggup menimbulkan kepercayaan orang lain terhadap dirinya. Kalau seseorang tidak memiliki unsur-unsur tadi, maka ia tidak bisa menunjukkan apa-apa yang sanggup mendatangkan pengakuan dan penghargaan orang lain. Dan kalau demikian, dia akan kesulitan mendapatkan kepercayaan orang lain.

Namun, sebenarnya bukan cuma itu. Kalau seseorang memiliki hal-hal tersebu tetapi ia bukanlah seorang yang juga memiliki integritas atau kejujuran, dan kesediaan memanfaatkan kelebihan-kelebihannya itu demi kemaslahatan orang lain sebagai bagian dari tanggung jawab sosialnya, maka mungkin masih cukup sulit baginya untuk bisa dipercaya orang lain.

Kredibilitas itu tidak bisa diusahakan dengan cara merekayasa, apalagi memanipulasi sekalipun dengan cara yang paling halus. Juga tidak bisa dimin- takan begitu saja, dengan mengemis dan mengharapkan belas kasihan orang lain untuk memberikannya. Kredibilitas itu hanya bisa diraih melalui perjua- ngan dengan motivasi serta tujuan yang murni. Karena untuk memiliki       kredibilitas atau mencapai suatu tingkat di mana seseorang dapat dipercaya oleh orang lain, ia harus mengisi hidupnya dengan berbagai hal konkrit, yaitu unsur – unsur kredibilitas yang telah diuraikan di atas, yakni: pengetahuan, kemampuan, kualitas, kebergunaan, kejujuran dan tanggung jawab. Semua unsur ini akan menentukan kredibilitas seseorang.

Maka setiap insan perlu bertanya pada diri sendiri: Kemampuan apa yang konkrit padaku yang diketahui orang? Kualitas seperti apa yang ada padaku yang bisa diukur? Manfaat diri dalam hal apa yang ada padaku yang bisa dirasakan orang lain? Seperti apa kejujuran dan sampai di mana tanggung jawab yang bisa aku buktikan kepada orang lain? Apakah aku terbiasa hidup jujur pada diri sendiri dan di hadapan orang lain? Apakah aku melakukan dengan baik semua tugasku sampai selesai? Pernahkah aku berpikir, bahwa apa saja yang aku buat ini sebenarnya bukan untuk diriku sendiri, melainkan untuk orang lain juga?

Pernahkah aku berpikir, bahwa apa yang aku butuhkan ini sebenarnya adalah kebutuhan orang lain juga? Pada dasarnya kita berjuang untuk mengisi atau melengkapi hidup kita dengan banyak hal yang kita anggap sebagai kebutuhan kita. Tetapi sebenarnya kita juga sedang mengisi kebutuhan orang lain, atau membuat diri kita menjadi kebutuhan orang lain.  Seorang anak muda berkata begini: “Hidup ini adalah kesempatan untuk berguna bagi orang lain, bukan buat diri sendiri. Aku tidak akan menghabiskan waktu dan hidupku hanya untuk diriku, dan menikmati keberhasilanku sambil melihat orang-orang lain menderita”. Ah, betapa mulianya kesadaran dan komitmen anak muda ini. Ia memang credible.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *