Nilai dan Tujuan Hidup

Psikolog Agustine Dwiputri, dalam Harian KOMPAS, mendifinisikan nilai sebagai: “keinginan hati yang terdalam mengenai bagaimana anda ingin berperilaku dalam hidup, cara yang anda inginkan untuk berinteraksi dan berhubungan dengan dunia, dengan orang lain, dan diri sendiri. Nilai menggambarkan apa yang ingin anda lakukan, dan bagaimana anda ingin melakukannya, bagaimana anda ingin berperilaku terhadap teman, keluarga, tetangga, tubuh anda, lingkungan anda, pekerjaan anda, dan lain-lainnya”. Dan, mengenai tujuan hidup, Agustine menuliskan demikian: “Kita sebagai manusia menetapkan tujuan karena tujuan memang penting untuk kehidupan, tetapi kita menjalaninya dengan dipandu oleh nilai-nilai kita. Jika anda hidup terfokus pada tujuan, apa dan berapa pun yang anda miliki, tidak pernah akan cukup. Tidak begitu halnya dengan hidup yang berfokus pada nilai, karena nilai-nilai anda selalu tersedia untuk anda, tidak peduli seperti apa pun keadaan anda”.

Memahami makna kata nilai dari KBBI, dikaitkan dengan definisi psikolog Agustine tadi, dan juga beberapa definisi lain dari berbagai ahli, maka ingin saya simpulkan, bahwa nilai itu adalah sesuatu yang baik, yang benar, yang penting dan yang berguna, serta menjadi pegangan untuk hidup ini. Nilai itu ada pada manusia, yang akan mempengaruhi perilaku serta perbuatannya serta interaksinya dengan orang lain. Nilai-nilai itu disadari dan diperoleh manusia karena ada pendidikan, pengalaman dan keyakinan yang mengantarnya hingga mencapai apa yang terbaik. Lalu apa yang terbaik itu juga diakuinya sebagai apa yang benar. Dan apa yang terbaik dan benar itulah, yang telah menjadi hal yang paling berpengaruh bagi seseorang dalam berperilaku, melayani dan berjuang hingga mencapai tujuan hidupnya. Sedangkan tujuan hidup adalah suatu target atau prestasi yang ingin diraih. Entah itu berhubungan dengan studi atau pendidikan, pekerjaan atau pelayanan, status atau jabatan tertentu, kekuasaan atau bahkan kekayaan atau suatu level kehidupan yang lebih tinggi.

Persoalannya, terlihat banyak orang yang berfokus pada tujuan saja, atau pada nilai saja. Berfokus pada tujuan tetapi mengabaikan nilai bisa mengakibatkan seseorang tidak bisa menikmati kebahagiaan prestasinya. Dulu ada peribahasa yang mengatakan “tujuan menghalalkan cara”. Yang penting tujuannya baik dan dapat dicapai, sekalipun cara-cara yang dipakai untuk mencapai tujuan itu kurang baik atau bahkan tidak benar. Namun pendidikan dan peradaban telah menuntut orang untuk berpikir bahwa baik tujuan maupun cara harus sama-sama baik dan benar. Orang yang berfokus pada nilai selalu menekankan cara-cara yang benar untuk mencapai tujuan hidup itu.

Sekali lagi, bahwa nilai itu adalah sesuatu yang baik, yang benar, yang penting dan yang berguna untuk hidup manusia, yang ada dalam diri manusia itu sendiri. Dan nilai-nilai itu yang akan mempengaruhi perilaku seseorang dan mempengaruhi semua perbuatannya demi mencapai tujuan hidup yang diidam-idamkannya.

Ditulis oleh: Pdt. Fredrik Makitan, M.A

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *