Memaknai Hari Kasih Sayang

Bagi banyak orang, Hari Kasih Sayang (Valentine’s Day) merupakan hari yang sangat berarti dan sangat ditunggu-tunggu. Sebaliknya, banyak orang yang menolak memperingati Hari Kasih Sayang tersebut.  Sikap pro-kontra terhadap Hari Kasih Sayang sampai saat ini masih terjadi.

Sebagai umat Tuhan, kita perlu mempertimbangkan sikap kita terhadap Hari Kasih Sayang tersebut. Bagaimana seharusnya kita bersikap? Haruskah kita memperingati hari itu, atau sebaliknya kita menolaknya karena tidak sesuai dengan budaya di Indonesia?  Adakah hal yang positif dari Hari Kasih Sayang itu yang bisa kita ambil agar kita semakin bertumbuh dalam pengenalan kepada Tuhan? Semua pertanyaan tersebut menarik untuk dibahas dan dicarikan jawaban yang benar.

Sejarah dan Arti Hari Kasih Sayang

Sejarah Valentine’s Day tidak dapat dipastikan secara jelas, sebab sumber-sumber yang ada memberi penjelasan yang berbeda-beda.  Terdapat beberapa versi tentang hal itu. Versi pertama, menunjuk kepada upacara penghormatan kepada Lupercus (Dewa Kesuburan), yang sudah dimulai pada abad ke-4 pada masa kekaisaran Romawi. Upacara tersebut dilaksanakan puncaknya pada tanggal 15 Februari, dan dipercaya bisa membawa kesuburan pada perempuan.  Upacara tersebut diselingi dengan menarik undian, di mana undian itu memasangkan pria dan wanita untuk mereka menikah dalam masa tertentu.

Versi lain menceritakan bahwa Hari Kasih Sayang merupakan hari meninggalnya Santo Valentine pada tanggal 14 Februari 269 M, yang dikenal sebagai pendeta dan tabib yang dermawan.  Santo Valentine hidup pada masa Claudius II memerintah, yang menginginkan punya pasukan yang kuat, yang terdiri dari laki-laki yang tidak menikah.  Namun keinginan Claudius itu tidak mendapat sambutan yang baik dari rakyatnya karena mereka mau tetap berkumpul dengan kekasih dan keluarganya.

Sehingga Claudius II melarang laki-laki untuk menikah dan mewajibkan mereka menjadi tentaranya. Santo Valentine tidak setuju dengan Claudius II dan tetap menikahkan pasangan-pasangan yang saling mengasihi, walaupun secara diam-diam. Akibat pembangkangan terhadap perintah Kaisar, Santo Valentine dihukum mati. (Sumber:http://www.markijar.com/2015/10/sejarah-hari-valentine-lengkap.html)

Belum diketahui secara pasti mana cerita yang pasti dan benar dari kedua versi cerita tersebut, sehingga menjadi dasar dari asal mula Hari Kasih Sayang itu.  Yang jelas, cerita itu berlatar belakang budaya Romawi, dalam budaya Barat.  Itu sebabnya, Hari Kasih Sayang terkenal di negara-negara Barat.  Arti Hari Kasih Sayang itu adalah hari di mana seorang pemuda menyatakan cinta kepada kekasihnya, yang dilakukan setiap tanggal 14 Februari.  Bentuk dari ungkapan kasih itu bermacam-macam, namun biasanya diungkapkan dengan memberikan coklat, bunga, kartu ucapan atau puisi kepada kekasihnya. Pada Hari Kasih Sayang tersebut, pasangan yang saling mengasihi itu saling mengungkapkan cinta.  Kadang-kadang pengungkapan cinta tersebut dimengerti secara salah, dengan melakukan sikap yang diadopsi dari budaya Barat, yang tidak sesuai dengan budaya yang berlaku di Indonesia.  Itu sebabnya, banyak orang yang tidak setuju dengan Hari Kasih Sayang.

Alasan-alasan Orang Menolak Hari Kasih  Sayang

Banyak orang yang tidak setuju dengan adanya Hari Kasih Sayang itu.  Alasan-alasan yang biasa diungkapkan adalah karena ketidak-jelasan sejarah asal mula munculnya Hari Kasih Sayang. Sampai sekarang belum diketahui mana sejarah Hari Kasih Sayang yang benar.

Alasan lain adalah karena sejarah munculnya Hari Kasih Sayang tersebut berlatar belakang budaya Romawi, yang menyembah berhala. Sebagian orang Indonesia menolak karena hari itu tidak didasarkan pada budaya Indonesia sendiri. Sebagian lagi menolak karena seharusnya menyatakan cinta kepada orang yang dikasihinya tidak perlu menunggu pada tanggal 14 Februari. Karena seharusnya setiap hari merupakan hari untuk mengungkapkan kasih kepada orang-orang yang dikasihinya.

Unsur bisnis menjadi alasan penolakan yang lain, di mana kaum pedagang yang bisnisnya bersangkut paut dengan Hari Kasih Sayang memang sengaja mempromosikan hari itu agar banyak orang yang membeli produk mereka. Misalnya coklat, bunga, atau kartu ucapan.  Keuntungan yang didapat saat Hari Kasih Sayang begitu besar.

Alasan Merayakan Hari Kasih Sayang

Pada sisi yang lain, banyak orang sangat menantikan datangnya Hari Kasih Sayang, dan menjadikan hari itu sangat spesial dibandingkan dengan hari-hari lain.  Pada umumnya, mereka setuju dengan adanya Hari Kasih Sayang karena hari itu sudah dikenal sejak lama (khususnya dalam budaya Barat), sehingga mereka mengikutinya. Alasan lain adalah karena hari itu merupakan hari yang sangat berarti dalam hidup ini untuk saling menyatakan kasih dengan pasangannya. Bagi mereka, hari itu harus dirayakan secara khusus dan tidak boleh dilewatkan, sebab jika dilewatkan maka mereka akan kecewa, bahwa pasangannya tidak menunjukkan cinta kepadanya.

Sikap yang Seharusnya terhadap  Hari  Kasih Sayang

Sebagai umat Tuhan di Indonesia, kita perlu bijak dalam menyikapi hal itu, agar tidak terjerumus pada sikap penolakan dan penerimaan terhadap Hari Kasih Sayang yang membabi buta.  Harus diakui bahwa Hari Kasih Sayang tidak muncul dalam budaya Indonesia, bahkan bisa dikatakan tidak sesuai dengan budaya Indonesia bila memperingati hari itu dengan melakukan sesuatu yang salah secara moral dan etika. Misalnya dengan melakukan seks bebas. Namun, pada pihak lain Hari Kasih Sayang juga dapat diberi makna yang baru dan benar, yaitu untuk menunjukkan kasih kita kepada orang yang sangat kita cintai. Meskipun harus dimengerti pula bahwa momen khusus untuk menunjukkan kasih atau cinta bukan hanya dilakukan pada Hari Kasih Sayang saja. Sebab setiap hari sudah seharusnya kita menunjukkan kasih kita kepada pasangan kita, bahkan kepada orang lain juga.     

Kesimpulannya, kita tidak perlu menolak Hari Kasih Sayang secara ekstrim, tetapi kita juga tidak perlu mengagung-agungkan hari itu sebagai hari yang sakral, yang berbeda dengan hari-hari lain.  Yang perlu kita lakukan adalah kita memberi makna baru, sebagai hari untuk semakin menunjukkan kasih kita kepada suami/istri, atau keluarga kita, bahkan kepada orang-orang lain yang harus kita kasihi karena Tuhan menghendaki kita untuk saling mengasihi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *