Integritas

Beberapa kali saya sendirian menyetir mobil. Suatu saat, masih sedang menyetir, saya tidak menyadari sudah sampai di mana saya ini. Maka saya harus melihat ke kiri ke kanan untuk memastikan saya sedang berada di mana saat itu. Dan akhirnya saya sadar di mana saya berada, walaupun masih jauh dari tujuan. Memang, kalau mengendarai sendirian, saya pasti sibuk sendiri berpikir tentang apa saja yang mampir di kepala saya, terutama mengenai kehidupan yang selalu inspiratif dan memberikan saya ide-ide baru.

Di saat saya berpikir tentang suatu hal, saya seakan-akan sibuk berdialog dengan diri saya sendiri. Ini disebut intrapersonal communication atau komunikasi intrapribadi. Dialog intrapribadi selalu ada dalam benak setiap orang. Apa yang akan dikatakan atau diperbuatnya, biasanya merupakan hasil dari dialog intrapribadinya. Di sinilah kita kenal peran integritas diri. Integritas  atau kejujuran ibaratnya suatu pribadi lain yang menyatu dengan diri seseorang. Namun integritas itu merupakan nilai dan komitmen, milik setiap orang, yang selalu ingin berdialog dengan pemiliknya, yaitu diri sendiri.

Integritas dalam diri kita akan segera memberikan warning saat kita mulai berencana untuk berkata atau berbuat lain dari yang seharusnya. Wilayah di mana integritas diri sangat reaktif, adalah pada saat perkataan dan perbuatan kita tidak sama dan tidak menyatu. Integritas juga akan bersuara keras saat kita merencanakan untuk mengatakan atau melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran menurut hati nurani kita. Karena itu, integritas juga akan menjelaskan dengan benar siapa diri kita sebenarnya. Integritas akan mengangkat martabat kita hingga ke suatu tingkat paling tinggi, yang membuat kita sangat dihormati. Tetapi apabila integritas mengalami degradasi yang serius dan tergerus habis, mungkin oleh desakan kepentingan tertentu, maka hal itu bisa mengakibat kita jatuh tergeletak dan menjadi orang yang hampir tidak bernilai. Ibarat seorang sahabat yang paling dekat dengan diri kita, integritas memang dapat kesepian dan merana karena selalu ditinggal pemilikinya atau sahabatnya sendiri, yaitu diri kita ini. Keadaan ini sangat menyedihkan. Sangat disayangkan kalau terjadi.

Integritas kita bergantung pada keutuhan nilai-nilai iman dan nilai-nilai etis yang kita anut. Dan integritas menunjukkan sejauh mana kita memiliki komitmen melakukan apa saja dengan prinsip memegang teguh nilai-nilai luhur yang kita anut. Kita tentu ingin memiliki integritas penuh, di mana saja kita berada, dalam situasi apa saja, dan tidak peduli apakah kelakuan dan perbuatan kita yang baik itu diketahui orang atau tidak. Oprah Winfrey berpendapat bahwa integritas sejati adalah melakukan hal yang benar padahal yang bersangkutan yakin bahwa tidak akan ada seorang pun yang tahu apakah ia melakukannya atau tidak”. Dengan kata lain, integritas adalah melakukan seluruh kebenaran dan kebaikan sekalipun tidak seorang pun tahu. Biarkanlah integritas itu mempromosikan dirinya sendiri melalui jalannya sendiri. Yang penting kita tetap jujur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *