Mengenal Hak Kekayaan Intelektual

“Hak kekayaan intelektual adalah hak atas pemikiran seseorang. Jadi, bukan barangnya yang dilindungi tapi idenya,” jelas Dr. Yoan Nursari Simanjuntak, SH., M.Hum saat membuka seminar hukum ‘Hak Kekayaan Intelektual’ yang diadakan pada 6 Maret 2019 di Kantor YTWR, Jalan Kasiman no. 1 Batu. Sebanyak 28 peserta dari sekolah tinggi, radio, dan lembaga pelayanan di wilayah Batu dan Malang menghadiri seminar tersebut. 

Sebagai pembuka, Dr. Yoan memberikan contoh bagaimana kita harus lebih cermat dalam menggunakan istilah-istilah yang berhubungan dengan Hak Kekayaan Intelektual (HaKI). Contohnya, soal rawon yang mau dipatenkan. Menurut Dr. Yoan, kurang tepat  menggunakan kata paten untuk sebuah makanan (atau yang berhubungan dengan citarasa). 

“Kecuali misalnya dalam membuat rawon ada alat atau mesin khusus untuk menakar kluweknya. Itu bisa kita gunakan istilah hak paten,” ujar Dekan Fakultas Hukum Universitas Surabaya ini. Mengapa tidak tepat? Dr. Yoan kemudian menjelaskan bahwa hak paten adalah hak untuk penemuan di bidang teknologi, khusus untuk suatu ide yang merupakan inovasi teknologi.  

Dalam seminar ini Dr. Yoan ingin mendorong para peserta untuk memiliki gambaran umum tentang HaKI yang tidak hanya berbicara tentang hak paten. Tapi, di dalamnya ada juga yang dinamakan hak cipta dan hak terkait. Hak cipta adalah hak eksklusif bagi pencipta yang ada secara otomatis sejak karyanya diciptakan. Sedangkan hak terkait merupakan hak eksklusif bagi pelaku pertunjukkan, lembaga penyiaran atau produser fonogram. 

Dr. Yoan juga mengingatkan bahwa HaKI juga merupakan hak asasi manusia (HAM) yang di dalamnya juga ada hak moral dan hak ekonomi. “Pelan-pelan mari kita pahami supaya terbangun kesadaran terhadap konsep kekayaan intelektual. Supaya kita dapat memahami seberapa penting dan harus sampai mana kita melindunginya,” ungkap Dr. Yoan. 

Pada akhirnya, satu hal yang paling ditekan kan oleh Dr. Yoan adalah bahwa dalam berkreasi kita harus familiar dengan konsep HaKI untuk menghargai hasil karya kita. Hak cipta itu begitu ada wujudnya akan langsung mendapatkan perlindungan hukum tanpa perlu mendaftarkan. 

Namun, untuk berjaga-jaga baik juga untuk dicatatkan secara hukum sebagai bukti. Dan begitu juga mengenai hasil karya orang lain. Kita pun harus menyebutkan nama pencipta jika kita menggunakan atau mengutip hasil pemikiran orang lain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *