Memberi Tidak Membuat Anda Miskin

Memberi dalam kamus besar Bahasa Indonesia diartikan menyerahkan atau membagikan sesuatu. Kalau kita membagikan apa yang kita miliki kepada yang lain artinya mengurangi milik kita, dan ketika milik kita berkurang maka apakah itu akan menjadikan kita miskin ?

Apa yang telah diajarkan oleh Tuhan Yesus dalam Matius 6 : 1- 4, memberi itu bukan suatu pilihan tetapi memberi adalah sebuah keharusan atau perintah yang harus dilaksanakan. Memberi juga merupakan sebagai tanda syukur dan penyembahan kepada Tuhan karena DIA terlebih dahulu memberi kepada kita, apa yang kita punya bukanlah milik kita tetapi itu adalah milik Tuhan. Ada istilah yang tepat untuk hal itu adalah  “ diberi untuk memberi, diberkati untuk memberkati” , dan istilah ini tidak bisa dibalik karena maknanya akan jauh berbeda.

Motivasi hati dalam memberi juga harus diselidiki, dalam  Matius 6 : 1  Tuhan Yesus mengingatkan bahwa jangan  melakukan kewajiban  agamamu dihadapan orang supaya dilihat mereka, artinya bahwa ketika memberi apakah kita sudah memiliki alasan yang benar ? Karena pemberian kita intinya  adalah untuk Bapa Surgawi yang maha melihat bukan untuk kebanggaan manusia atau dipuji manusia. Motivasi lain dalam memberi harus dengan tulus iklhas tanpa paksaan harus dengan sukarela, ketika hal itu dilakukan maka memberi menimbulkan suatu sukacita yang luar biasa baik di dalam diri si penerima maupun si pemberi bahkan sukacita di Sorga.

Seperti sebuah hiasan gentong yang diisi air dari atas dan diberi lubang serta  dipasang selang yang mengarah ke arah rumput atau tumbuhan yang ada di sekitar tempat  itu, gentong itu  tidak akan pernah meluber airnya dan membuat kotor gentongnya, tetapi gentong akan selalu terisi sedangkan tanaman dibawah sana juga tumbuh subur dari air yang mengalir lewat selang dari bawah gentong tersebut yang membasahi dan memberi kesegaran. Apakah gentong akan kering atau kekurangan air ? tentu tidak,  karena air dari atas terus mengalir mengisi gentong tersebut.  Demikian juga ketika kita mengalirkan berkat Tuhan bagi mereka yang membutuhkan kita tidak akan pernah kekurangan apalagi menjadi miskin.

Kekurangan atau kemiskinan akan terjadi apabila kita tidak dapat mengatur berkat yang sudah Tuhan berikan kepada kita dengan benar, atau karena keinginan kita jauh lebih besar dari pada kebutuhan kita, atau bisa juga karena prioritas hidup kita yang salah. Akibatnya kita selalu merasa berkat Tuhan tidak cukup dan mulailah kita berhutang bahkan kita tidak lagi melihat bahwa bunga pinjaman itu tinggi dan membelit kita. Akhirnya untuk memperbaiki semuanya kita menjual semua harta milik yang membuat kita menjadi miskin.

Dalam Kisah Rasul 20 : 35, Rasul Paulus mengingatkan tentang perkataan Tuhan Yesus “ Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima”.  Kalau kita mau memperhatikan apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus terasa tidak masuk akal, bagaimana orang yang harus mengurangi miliknya baik materi, waktu, perhatian kepada yang lain harus berbahagia. Tetapi pada kenyataan apa yang disampaikan oleh Tuhan Yesus itu benar yaitu kebahagiaan kita ketika memberi jauh lebih besar daripada ketika kita menerima.

Sekarang tergantung kepada kita apakah kita memilih untuk menerima atau memilih untuk memberi ? Ketika kita memilih untuk memberi maka ada beberapa hal yang kita pelajari adalah yang pertama seperti tertulis dalam 1 Timotius 6: 6 tentang rasa cukup, pada saat memberi mengajarkan kita untuk merasa cukup, yang membuat kita merasa tidak cukup adalah keinginan yang berlebihan.  Saat memberi kepada yang kekurangan maka kita sadar bahwa ternyata kita tidak pernah kekurangan bahkan kita baru menyadari kalau kita memiliki lebih. Pelajaran kedua adalah kesempatan kita untuk memberi itu sebuah Anugerah yang Tuhan berikan, karena tidak semua orang mampu untuk memberi. Jadi ketika Tuhan mengijinkan kita untuk memberi maka ambillah kesempatan itu karena kesempatan tidak akan dating untuk kedua kali. Dan yang ketiga seperti  dalam Maleakhi 3: 10, yaitu tentang ketika kita memberi maka semakin membuata kita percaya kepada pemeliharaan Tuhan. Karena Tuhan mengajarkan supaya kita tidak kuatir tentang apapun karena pasti Dia tidak akan membiarkan dan tidak akan menelantarkan kita apalagi membuat kita kekurangan dan jatuh miskin.

Jadi saat ini kesempatan bagi kita untuk memberi bukan menerima, karena memberi itu adalah suatu kewajiban yang harus kita lakukan sebagai orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus sebab berkat yang telah kita terima itu ada bagian untuk mereka yang membutuhkan. Ketika kita memberi tidak akan pernah membuat kita miskin tetapi membuat kita bahagia.

*Ditulis oleh: Ety Rahmawati, S.E – Bendahara YTWR

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *