Refleksi: Iman Seorang Samaria

Belajar dari sepuluh orang Kusta yang disembuhkan oleh Yesus. Berbicara mengenai penyakit kusta pada jaman Tuhan Yesus adalah penyakit yang sangat menjijikan. Dalam bahasa Ibrani disebut “tsara at “ dan bahasa Yunaninya “ Lepra”. Di dalam Alkitab kusta bukan semata mata persoalan medis tetapi persoalan teologis  dimana kusta dipandang sebagai penyakit akibat hukuman Tuhan terhadap dosa tertentu yang dilakukan oleh orang yang bersangkutan.

Bagi penderita penyakit kusta pada jaman itu merupakan penyakit yang sangat mengerikan, membuat orang yang mengidap penyakit ini sangat menderita baik secara fisik maupun psikis. Bukan saja penderitanya mengalami sakit yang sangat hebat  karena penyakit ini lambat laun merusak seluruh tubuh, tetapi juga orang yang terkena kusta diasingkan dari masyarakat. Terbuang dan tidak dipandang. Pada masa itu penyakit ini belum ada obatnya kecuali para penderita mengalami mujizat Tuhan.

Nah pada kisah sepuluh orang kusta yang disembuhkan Yesus, ada hal menarik yang dikisahkan disini yang dialami oleh salah seorang dari sepuluh orang kusta itu yang ternyata seorang Samaria.  Ada sepuluh orang kusta dalam satu desa mungkin mereka ada di tempat pengasingan khusus bagi penderita kusta. Pada saat Yesus menuju Yerusalem  dimana Dia menyusuri perbatasan Samaria dan Galilea, ada sepuluh orang kusta menjumpai Yesus, dari kejauhan mereka semua berteriak teriak “ Yesus Guru kasihanilah kami” . Mendengar orang orang yang sakit kusta berteriak teriak dari kejauhan Yesuspun tergerak hatinya oleh belas kasihan sehingga Yesus terhenti dan melihat mereka. Ketika itu Yesus memandang mereka dan berkata: “ Pergilah perlihatkanlah dirimu kepada imam imam”.  Karena imam imamlah yang bisa memutuskan apakah seseorang sudah tahir dari penyakit kusta nya apa belum. Jika sudah sembuh maka dia boleh kembali ke masyarakat seperti biasanya.

Dalam perjalanan menuju imam imam itu di tengah perjalanan ternyata mereka menjadi sembuh. Saking girangnya mereka melanjutkan perjalanan  untuk bersuka cita yaitu menemui imam imam. Tetapi salah seorang  yang sudah disembuhkan itu teringat kepada Yesus yang memberi kesembuhan terhadap penyakit kustanya, kemudian dia kembali mencari Yesus, sepanjang jalan ia berteriak teriak memuliakan Allah yang sudah memberi kesembuhan. Hatinya begitu bersuka cita karena kesembuhan, mujizat Allah terjadi dalam hidupnya. Ia telah disembuhkan dan dengan suka cita kembali untuk berterima kasih, bersyukur untuk pertolongan Tuhan. Orang ini adalah seorang Samaria.

Hal yang sangat menarik dari iman seorang Samaria yang sakit kusta ini adalah:

  1. Ia percaya bahwa Yesus sanggup menyembuhkan dan mengasihi mereka walaupun meraka tidak dipandang oleh masyarakat.

Dalam kesedihan dan kesakitannya ia mencari Yesus , ia berteriak kepada Yesus dan berharap akan kesembuhan dari Tuhan Yesus. Karena memang pada jaman itu obat bagi penyakit kusta belum ada. Mereka hanya berharap pada kuasa Tuhan untuk menyembuhkan. Yesuspun merespon teriakan penderitaan dari orang yang sakit kusta. Yesus begitu peduli dan bertindak menolong mereka.

  1. Ia taat pada perintah Yesus. Pada saat itu Yesus tidak langsung menyembuhkan dengan menjamah atau mendoakan tetapi Ia memberi perintah supaya pergi kepada imam imam. Walaupun ia belum melihat bukti bahwa ia sembuh tetapi imannya membuat ia taat kepada apa yang diperintahkan Yesus. Ia pergi mentaati perintah Yesus, yang sangat luar biasa di tengah perjalanan ia melihat sakit kustanya sudah sembuh dengan mujizat Tuhan. Ketaatannya pada perintah Tuhan membuat ia mengalami mujizat Tuhan. Ketaatan kepada perintah Tuhan membuat orang yang sakit kusta mengalami kesembuhan, mengalami lawatan Allah, sehingga mereka hidupnya diubahkan, diberi kehidupan yang baru yang tidak terasing lagi tapi hidup yang dipenuhi sukacita karena kesembuhan yang diberikan Tuhan.
  2. Imannya kepada Yesus, membawa ia memutuskan untuk kembali mencari Yesus, untuk bersyukur, berterima kasih dimana Yesus sudah menyembuhkan dan menjadikannya tahir. Ini sangat penting ia lakukan karena ia merasakan pertolongan Tuhan yang luar biasa yang ia rasakan dalam hidupnya, ia ingin memuliakan Tuhan melalui kehidupannya. Ia bertemu Yesus dan tersungkur di depan kaki Yesus.
  3. Imannya membuat ia mengalami kemerdekaan secara rohani. Bukan hanya kesembuhan secara jasmani dari penyakit kusta, tetapi ia mengalami lawatan Allah, mengalami jamahan Tuhan , memiliki iman yang hidup kepada Allah , iman yang menyelamatkan dia dari sakit kusta dan keselamatan jiwanya.

Mengajarkan kepada kita orang percaya, bahwa dalam penderitaan datanglah kepada Yesus, Ia sanggup dan peduli memberikan pertolongan. Kuasa Allah atau mujizat terjadi dalam hatiorang yang taat atau percaya.  Tuhan merindukan anak anakNya untuk kembali bersyukur kepada Tuhan atas apa yang Tuhan sudah lakukan dalam kehidupan kita. Allah menghendaki anak anakNya selalu bersekutu dengan Tuhan, dan memiliki iman yang hidup kepadaNya, serta hidup yang berkemenangan.

Ditulis oleh: Veronika Ratmini, S.Th (Tim Follow Up YTWR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *