Berani dan Keberanian

John Wayne, aktor besar sekaligus produser film menjadi terkenal ketika membintangi film-film besar di tahun 1940-an hingga 1970-an. Dalam masa jayanya, John Wayne mengatakan: “Keberanian adalah ketakutan setengah mati, tetapi tetap siap bertarung”. Statement ini menarik walau tampaknya seperti permainan kata saja. Tetapi statement ini juga menunjukkan bahwa keberanian dan ketakutan itu seakan berpartner. Seakan tidak ada keberanian tanpa ketakutan. Dan justru ketakutan merupakan awal sekaligus pendorong timbulnya keberanian. Statement ini juga meninggalkan pesan kuat bahwa ketakutan itu memang harus terus dilawan. Jadi seseorang harus selalu siap untuk bertarung melawan semua ketakutan.

Berani atau keberanian tidak dapat diperoleh tanpa melewati empat hal berikut ini. Pertama, pengertian dan kesadaran akan situasi yang harus dihadapi. Di saat inilah seseorang bisa merasakan ketakutan, lalu berpikir bagaimana menghadapinya. Kedua, kesadaran akan situasi diri. Di saat inilah seseorang menyadari kekurangan-kekurangannya, lalu berusaha untuk melengkapinya. Ketiga, kehendak yang benar dan kuat untuk mencapai tujuan, termasuk komitmen untuk berjuang mencapai tujuan itu. Di saat inilah seseorang akan menguji dirinya, apakah ia sungguh memiliki tujuan hidup. Seseorang akan menguji apakah dirinya jujur memiliki kemauan, prinsip dan komitmen untuk tetap berjuang meraih tujuannya. Keempat, adalah kepercayaan diri. Inilah bagian terakhir namun terpenting. Karena hanya dengan kepercayaan dirilah seseorang sanggup berhadapan dengan segala macam hal yang ditakuti.

Pada wilayah di tengah keempat hal tersebut keberanian itu dibangun, dan seseorang dilatih untuk menjadi berani. Jadi, keberanian adalah hasil pembentukan mental yang dibangun melalui empat hal tersebut diatas: Sadar akan situasi di mana dirinya berada, sadar akan kemampuan dirinya, jujur memiliki kemauan dan komitmen, dan memiliki kepercayaan diri yang kuat.

Keberanian merupakan syarat mutlak untuk maju dan berinovasi. Kalau seseorang terus mencintai zona amannya, berselimut dalam kenyamanan tanpa masalah, maka semangat hidupnya bahkan akan lumpuh. Jikalau seseorang tidak meninggalkan kekuatiran yang mencekam dan membebani dirinya, maka secara perlahan-lahan ia menggiring dirinya sendiri menuju kegagalan. Memang, dalam perjuangan hidup, seseorang kadang harus melawan arus yang mungkin sangat berbahaya. Namun keberanian menantang bahaya dengan perhitungan yang tepat dan cermat pasti membawa seseorang keluar sebagai pemenang dalam pertarungan hidup.

Keberanian harus dimulai dengan keyakinan pribadi untuk siap bertanggung jawab dan menanggung risiko apapun. Tetapi keberanian akan mengukuhkan seseorang sebagai pahlawan setelah pertarungan yang panjang dan berat itu selesai. Sekalipun cukup sering seseorang mengalami peperangan dalam batinnya, antara mau dan tidak, bisa dan tidak, ketakutan dan keberanian, ia sendiri harus dapat menaklukkan semua yang menghalangi itu. Berani adalah moto dan keberanian adalah kekuatan.

Ditulis oleh: Pdt. Fredrik Makitan, M.A (Anggota Pendiri YTWR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *