MEMILIKI HATI YANG EMPATI

Pdt. Yohanes Madhu, S.Th. 

Kata Simpati dan Empati nampaknya belum banyak dipahami secara mendalam dan menganggap 2 kata yang memiliki makna yang sama saja.  Dua kata ini ternyata memiliki makna yang sangat berbeda.  Paling tidak ada 10 perbedaan antara kata Simpati dan Empati, dan salah satunya adalah bahwa Simpati merupakan sebuah sikap yang peduli dan merasa iba terhadap orang lain. Sikap ini disebut dengan sikap feeling with. Simpati hanya mampu merasakan bersama dengan orang lain tentang apa yang mereka rasakan. Sedangkan Empati lebih kepada sikap feeling in yaitu sikap seorang individu yang mampu merasakan apa yang orang lain rasakan dan mampu berada dalam posisi orang lain. (https://dosenpsikologi.com/perbedaan-simpati-dan-empati-dalam-psikologi)

Simpati hanyalah perasaan iba dan berbelas kasihan, sedangkan Empati lebih dari itu bahwa seseorang dapat merasakan berada dalam posisi orang lain.

Dalam Kitab Suci ada sebuah kisah yang memberikan penjelasan tentang Hati yang Berempati.  Kisah tersebut terdapat dalam Injil Markus 8:1-3,” Pada waktu itu ada pula orang banyak di situ yang besar jumlahnya, dan karena mereka tidak mempunyai makanan, Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: “Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Dan jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar, mereka akan rebah di jalan, sebab ada yang datang dari jauh.”

Yesus memberikan contoh yang konkrit apa beda simpati dan empati. Ketika Ia berkata,” Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan” Perkataan Yesus ini menggambarkan sikap yang simpati karena Ia bisa merasakan keadaan orang lain yang tidak mempunyai makanan.  Sikap Yesus tidaklah berhenti hanya sampai perasaan kasihan atas keadaan orang lain.  Yesus menunjukan sikap yang lebih daripada Simpati yaitu Empati saat Ia berkata,” Dan jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar, mereka akan rebah di jalan, sebab ada yang datang dari jauh.”  Yesus mampu memposisikan Dirinya dalam posisi orang yang tidak ada makanan yang berdampak pada ketahanan fisik yang melemah dan mereka akan rebah di jalan.

Sikap yang Empati ini selalu diikuti oleh tindakan tindakan kongkrit seperti yang telah di lakukan oleh Yesus.  Dalam Markus 8:6-9, dijelaskan,” Lalu Ia menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya untuk dibagi-bagikan, dan mereka memberikannya kepada orang banyak. Mereka juga mempunyai beberapa ikan, dan sesudah mengucap berkat atasnya, Ia menyuruh supaya ikan itu juga dibagi-bagikan. Dan mereka makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, sebanyak tujuh bakul. Mereka itu ada kira-kira empat ribu orang. Lalu Yesus menyuruh mereka pulang.”

Pengikut Yesus adalah orang orang yang mengabdikan diri untuk melayani Tuhan yang disembahnya. Namun selain melayani Tuhannya, para pengikut Kristus juga wajib untuk meneladani sikap Yesus saat Ia ada di tengah-tengah dunia ini.  Salah satu sikap yang Yesus tunjukan adalah sikap yang Empati. Memiliki hati yang empati adalah pengejewantahan iman Kristen dalam tugas kesaksian di tengah tengah masyarakat.  Orang Kristen diajak bukan saja memiliki perasaan iba, berbelas kasihan namun lebih dari itu, orang Kristen mewujudkan perasaaan kasihnya  dalam tindakan tindakan nyata.  Perasaan kasih adalah modal besar untuk mewujudkan perbuatan kasih.  Ini juga yang sudah Tuhan tunjukan bagi umat manusia.  Dalam Yohanes 3:16 dituliskan,” Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Memiliki hati yang empati adalah kehendak Tuhan bagi umat-Nya, karena Dia sendiri memiliki hati yang empati agar umat manusia tidak mengalami kebinasaan.Memiliki hati yang empati menjadikan hidup ini lebih berarti karena perasaan iba, belas kasihan diwujudnyatakan dalam Tindakan Tindakan kasih bagi kemanusiaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *