MENJAGA HARAPAN

Oleh Pdt. Yohanes Madhu, S.Th.

Pandangannya redup  melihat teman teman sebayanya bercanda ria bermain di antara pohon pohon ara. Ia hanya berbaring lunglai tak berdaya di atas tikar, hanya sekali-kali bola matanya bergerak gerak seakan akan ingin menyampaikan sesuatu.  Mulutnya terkatup rapat memendam kepedihan  yang tak terucapkan.  Pikirannya mengembara seakan akan ingin menjelajah seluruh sudut desanya.  Ia ingin memanjat pohon ara, berlarian bersama sama teman, melihat dan mendengarkan langsung para guru agama mengajar tentang hukum hukum Allah.  Walaupun ia hanya mendengar dari orangtua dan teman teman bahwa ada seseorang yang berkuasa menyembuhkan segala penyakit.  Berit aitu cukup membangkitkan  harapan yang mulanya redup, kini mulai ada setitik cahaya. Mulut yang terkatup puluhan tahun, kini mulai menampakan gerak kehidupan. Mata yang redup, kini mulai memancarkan pengharapan.  Tapi siapa yang akan menjaga harapannya menjadi kenyataan?  Dalam catatan Kitab Suci dituliskan,” ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang (Markus 2:3).  Mereka inilah yang disebut sebagai penjaga penjaga harapan orang orang yang terlupakan, tersingkirkan, orang orang kesepian, frustasi, depresi.  Orang orang yang menyingkirkan egonya demi memberi harapan bagi orang lain.  Orang orang yang hanya ingin menolong tanpa pamrih.  Orang orang yang mempraktekkan imannya dalam aksi yang nyata  dan “Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!” (Markus 2:5).  Mereka adalah orang orang yang memiliki iman bahwa selalu ada harapan di tengah tengah kesulitan.  Mereka adalah orang orang yang bersedia bekerjasama untuk tujuan tujuan yang mulia.

Bukalah mata dan perhatikan sekitarmu, seperti yang Yesus katakan,” Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.”

Anda telah diurapi dan diutus untuk,” menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara,muntuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung,untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka “pohon tarbantin kebenaran”, “tanaman TUHAN” untuk memperlihatkan keagungan-Nya.”

Jagalah harapan itu, dan bagikanlah pada dunia dan jadilah penjaga penjaga harapan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *