Home » Mendengarkan Firman Tuhan

Mendengarkan Firman Tuhan

Mazmur 85:9

“Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Allah, TUHAN. Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya, supaya jangan mereka kembali kepada kebodohan”

Ketika kita berbicara tentang mendengarkan Firman Tuhan, mungkin ada di antara kita yang berkata bahwa saya sudah mendengarkan Firman Tuhan berkali-kali, entah di gereja, persekutuan, di rumah, dll.  Kata mendengar dalam konteks Alkitab memiliki pengertian yang sangat dalam.  Kata ‘mendengar’ di dalam Bahasa Ibrani  mempergunakan kata ‘shema’ yang berarti  taat, mematuhi, melakukan.  Ketika ada sebuah kata perintah “dengarkanlah!” itu berarti  “taatilah!”.  Oleh karena itu, ketika Alkitab berbicara tentang: mendengar, dengarkanlah, dll ini berbicara tentang ketaatan atau lakukanlah.

Dalam dunia masa kini, hidup kita tergantung dari apa yang kita dengar. Bahkan semua informasi yang kita dengar akan memberi dampak yang significant dalam kehidupan ini.  Karena begitu banyaknya informasi yang kita dengar, orang Kristen cendrung untuk tidak mau lagi mendengarkan apa yang dikatakan oleh Firman Tuhan.  Sebaliknya, manusia cendrung untuk mendengarkan apa yang dikatakan oleh dunia ini.  Termasuk di dalamnya apa yang dunia katakan tentang diri saya.  Dalam sebuah training yang saya ikuti, ada pernyataan yang menarik yang perlu dicatat bahwa yang terpenting itu apa yang dikatakan oleh orang lain tentang diri saya, melainkan apa yang Allah katakan tentang diri saya.  Jika orang memuji bahwa saya orang baik, apakah Allah akan memiliki penilaian yang sama juga?  Jika Allah mengatakan bahwa saya orang baik, maka apa yang Dia katakan adalah kebenaran.

Penilaian yang diberikan oleh manusia sebenarnya itu adalah sebuah sudut pandang yang bersifat subyektif.  Penilaian tersebut memberi pengaruh pada diri manusia, entahkah yang bersifat positif maupun negative.  Dan karena kita terkungkung dengan penilaian orang lain, menyebabkan kita melupakan apa yang Alkitab katakan tentang diri kita sebagai pribadi yang istimewa, berharga dan unik. Keunikan setiap manusia menunjukan Kehebatan Sang Pencipta.  Firman Tuhan di dalam  Yesaya 43:4, menjelaskan siapakah saya di hadapanNya:” Oleh karena engkau berharga di mataKu dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu.”

Apa yang Tuhan Firmankan tentang penilaian Tuhan terhadap kita sebagai anak-anakNya sebagai pribadi yang berharga, pribadi yang dikasihi oleh Tuhan seharusnya membuat kita senantiasa mengucap syukur.  Namun sangat disayangkan, karena kita lebih cenderung mendengarkan apa yang dikatakan oleh dunia ini, maka kita menjalani hidup ini dengan kegelisahan, persungutan, dan tidak ada ucapan syukur. Jika Tuhan katakan bahwa kita berharga di mataNya, ini berarti bahwa Ia memberikan perhatian khusus bagi kehidupan kita.
Di dalam Efesus 1:5, dituliskan,”Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendakNya”. Ungkapan,”dalam kasih” menunjukan bahwa Allah penuh dengan kasih karunia telah memilih kita menjadi anak-anakNya.  Ini bukanlah sesuatu yang begitu saja terjadi, namun sudah ada dalam rencana kekal Allah.  Karena itulah, sebagai anak-anakNya sepatutnya kita mengucap syukur untuk anugerah ini dan hidup dalam anugerahNya.  Banyak orang Kristen yang tidak hidup dalam anugerah Tuhan, menyebabkan tidak mampu melihat orang lain dari sudut pandang anugerah Tuhan.

Karena itulah, sebagai orang percaya kita harus lebih mendengarkan apa yang Tuhan katakan.  Sebab, bagi orangorang yang mendengarkan FirmanNya ada janji yang telah Ia sediakan di dalam Keluaran 15:26: “Jika kamu sungguhsungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit mana pun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku TUHANlah yang menyembuhkan engkau.” Bagaimana cara kita mendengarkan Firman Tuhan akan sangat menentukan hasil yang akan kita peroleh. Itulah sebabnya, Tuhan memberikan penekanan pada ,”Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara Tuhan”. Ini berarti bahwa manusia kadang meremehkan Firman Tuhan, dan tidak memberikan perhatian dengan sungguh-sungguh.

Ketika manusia sungguh-sungguh mendengarkan Firman Tuhan, maka FirmanNya yang adalah BENAR & HIDUP akan memberikan kehidupan yang penuh dengan damai dan sejahtera bagi setiap orang yang mentaatiNya.