Home » Disembuhkan Karena Iman

Disembuhkan Karena Iman

Oleh: Susilowati Makitan

đź“– Bacaan: Matius 15:28; Markus 5:34

Dalam Alkitab, kita menemukan banyak kisah tentang orang-orang yang disembuhkan oleh Tuhan Yesus karena iman mereka. Kisah-kisah ini bukan hanya catatan sejarah iman, tetapi juga sumber penguatan bagi kita di masa kini. Hingga hari ini, banyak orang yang juga mengalami kesembuhan, bukan hanya fisik, tetapi juga batin dan rohani,  karena percaya kepada kuasa Tuhan.

Salah satu kisah yang meneguhkan itu adalah kisah perempuan Kanaan dalam Matius 15:22–28. Ia datang kepada Yesus dengan permohonan tulus:

“Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.”

Namun, Yesus tampak tidak langsung menanggapi. Bahkan, Ia sempat berkata bahwa Ia diutus hanya kepada umat Israel. Tetapi perempuan itu tidak menyerah. Ia tetap memohon dengan rendah hati dan berkata:

“Benar, Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.”

Keteguhan dan kerendahan hatinya menyentuh hati Tuhan. Lalu Yesus berkata,

“Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.”

Dan seketika itu juga, anaknya sembuh.

Kisah ini menunjukkan bahwa iman sejati tidak menyerah pada situasi, sekalipun tampak ditolak. Iman perempuan Kanaan itu besar karena ia percaya penuh bahwa hanya Tuhan Yesus sumber pertolongannya.

Kisah kedua kita temukan dalam Markus 5:25–34, tentang seorang perempuan yang menderita pendarahan selama dua belas tahun. Ia telah berusaha mencari kesembuhan melalui banyak tabib, tetapi tidak ada yang berhasil. Ketika mendengar tentang Yesus, ia berkata dalam hatinya:

“Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”

Dengan penuh keyakinan, ia mendekati Yesus dan menjamah jubah-Nya, dan seketika itu juga ia sembuh. Tuhan Yesus berkata kepadanya,

“Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu.”

Iman perempuan itu membawa kuasa kesembuhan. Ia tidak hanya sembuh secara jasmani, tetapi juga menerima damai dan keselamatan dari Tuhan.

Sahabat, dua kisah ini meneguhkan kita bahwa iman memiliki kuasa besar. Iman bukan sekadar kata-kata, tetapi kepercayaan yang diwujudkan dalam tindakan. Seperti perempuan Kanaan yang tetap memohon meski seolah ditolak, dan perempuan yang sakit pendarahan yang berani mendekat di tengah kerumunan, keduanya menunjukkan iman yang hidup.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita masih percaya kepada kuasa Tuhan dalam hidup ini? Tuhan Yesus berkata dalam Matius 17:20:

“Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.”

Iman yang kecil sekalipun, bila terus dipelihara, akan bertumbuh menjadi besar. Iman itulah yang memampukan kita melewati sakit, penderitaan, dan pergumulan hidup dengan pengharapan.

Sebagai penutup, mari kita mengingat doa kepercayaan yang ditulis Raja Daud dalam Mazmur 13:

“Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu. Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.”

Kiranya setiap kita belajar memiliki iman yang teguh kepada Tuhan Yesus, iman yang percaya sekalipun belum melihat, iman yang bertahan dalam ujian, dan iman yang membawa kesembuhan serta kehidupan baru.