Home » MENYENANGKAN HATI TUHAN? SEHATILAH

MENYENANGKAN HATI TUHAN? SEHATILAH

Oleh: Pdt. Yohanes Madhu, S.Th., MM.

Ada pepatah yang berbunyi, bersatu kita teguh bercerai kita kita runtuh.  Ungkapan ini bermaksud agar untuk mencapai sebuah tujuan harus dicapai dengan sehati.  Sebab tanpa kesehatian, pekerjaan ringan pun menjadi ringan.

Tahukah saudara bahwa kesehatian itu indah di mata Tuhan?  Bahkan akibat kesehatian mujizat pun terjadi.   Yesus sangat menghargai kesehatian.

Suatu saat Yesus berada di sebuah rumah untuk mengajar orang banyak.  Karena orang-orang begitu antusias untuk mendengarkan Yesus mengajar, akibatnya rumah itu penuh sesak sampai menutup pintu masuk ke rumah tersebut.  Orang datang dari berbagai tempat, seperti  dari sekitar Galilea, Yudea, bahkan Yerusalem.  Pelayanan yang dilakukan oleh Yesus bukan hanya mengajar, namun Ia juga menyembuhkan orang-orang yang mengalami kelemahan tubuh.  Dan rupanya berita tentang mujizat ini sampai juga ke telinga beberapa orang.  Tanpa pikir panjang lagi, mereka pun bergegas menuju tempat dimana Yesus mengajar.  Namun mereka tidak pergi sendiri-sendiri seperti yang dilakukan oleh orang lain.  Mereka melihat bahwa ada saudaranya yang membutuhkan pertolongan karena lumpuh.  Karena itulah, mereka bersehati untuk mengusung saudaranya itu dengan tujuan agar Yesus menyembuhkannya. Kitab suci tidak menjelaskan berapa jauh perjalanan yang harus mereka tempuh dan seberapa lelah mereka mengusung orang lumpuh ini.  Rupanya semuanya itu tidak dijelaskan, namun usaha mereka untukmembawa orang lumpuh ini menjadi sorotan tersendiri.  Dalam Lukas 5:19, dituliskan,” Karena mereka tidak dapat membawanya masuk berhubung dengan banyaknya orang di situ, naiklah mereka ke atap rumah, lalu membongkar atap itu, dan menurunkan orang itu dengan tempat tidurnya ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus.”

Kesehatian mereka menyebabkan mereka tidak pernah berputus asa.  Sekalipun pintu masuk sudah penuh sesak, namun mereka sehati berjuang agar saudaranya ini mendapatkan pertolongan dari Yesus.  Apa yang mereka lakukan? Apakah dengan memaksa menerobos kerumunan orang?  Tidak.  Apakah berteriak-teriak memanggil nama Yesus?Tidak.  Kitab suci menjelaskan bahwa mereka naik ke atap rumah lalu membongkar atap rumah itu.  Sebuah tindakan yang berani dan  penuh dengan resiko.   Tindakan mereka ini bukan saja mendapat perhatian dari orang yang hadir pada saat itu, namun terlebih lagi mendapat perhatian dari Tuhan Yesus.  Yesus memberi perhatian khusus atas usaha orang-orang yang berjuang membawa orang lumpuh ini. Itulah sebabnya Kitab Suci mencatat,” Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: “Hai saudara, dosamu sudah diampuni.”

Perhatikanlah, bahwa karena iman mereka, maka Yesus berkasih karunia kepada orang lumpuh ini dengan berkata,”Hai saudara, dosamu sudah diampuni”  Tidak sampai disitu saja.  Orang lumpuh ini bukan saja mendapatkan pengampunan dosa, namun juga mendapatkan mujizat kesembuhan, seperti yang dicatat dalam kitab suci,” “Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!” Dan seketika itu juga bangunlah ia, di depan mereka, lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya sambil memuliakan Allah.
Perhatikanlah bahwa kisah tentang orang-orang yang sehati ini tidak terdengar lagi.  Tidak diceritakan apakah mereka berjingkrak jingkrak ketika melihat saudaranya sembuh.  Atau mereka berteriak teriak kepada orang banyak,”kami yang membawa orang ini kepada Yesus, jika bukan karena kami orang ini tidak akan sembuh”  Tidak ada catatan seperti itu.  Namun karena kesehatian dan kepedulian mereka kepada orang lumpuh ini, kisah ini diakhiri dengan catatan,” Semua orang itu takjub, lalu memuliakan Allah, dan mereka sangat takut, katanya: “Hari ini kami telah menyaksikan hal-hal yang sangat mengherankan.”
Yesus Tuhan kita menghendaki umatNya agar memiliki kesehatian di dalam saling membantu.  Kesehatian yang membangun akan menggerakan hati Tuhan untuk membuat tanda-tanda mujizat

Dan kesehatian umatNya untuk melakukan kebaikan menggerakan hati Tuhan untuk memberkati mereka.

Dan dimana ada kesehatian, disana juga berkat Tuhan dicurahkan untuk kemuliaan namaNya.