Saudara, dalam hidup ini ada banyak kepahitan yang harus kita telan, dan membuat hidup kita tidak nyaman dan tenang, namun kepahitan tidak otomatis hilang dalam hidup kita bila kita tidak rela membuangnya, lalu bagaimana membuangnya? jumpa lagi dengan saya Susi dalam acara Citra, bagaimana kabar anda hari ini? Harapan saya anda sehat dan baik baik saja bersama keluarga. Hari ini kita akan mendengarkan kisah kisah orang yang mengalami kepahitan dalam hidupnya dan ada bermacam macam sikap orang menghadapi kepahitan, dan kita akan belajar bagaimana menghadapi kepahitan dengan benar.
Saudara, seperti yang saya katakan tadi bahwa dalam perjalanan hidup kita kadang kita mengalami hal hal yang tidak menyenangkan yang menimbulkan penderitaan. Banyak orang menyamakan penderitaan akibat hal yang tidak menyenangkan sebagai pil pahit. Banyak orang menyamakan kepahitan sebagai penderitaan yang harus dirasakan dan diresapi bagaikan pil pahit. Seorang yang kalah dalam lomba harus menelan pil pahit yaitu kekalahan, seorang yang ditolak cintanya harus menelan pil pahit yaitu patah hati. Seorang pengusaha yang bangkrut harus menelan pil pahit yaitu kerugian. Banyak sekali kepahitan yang harus kita telan dan kita resapi sehingga kita betul betul mengecap rasa pahit itu. Tentu saja tak seorangpun ingin memiliki kepahitan atau menelan pil pahit. Setipa orang hanya ingin mengecap yang manis dalam hidup ini. Namun dalam hidup ini mau tidak mau kita harus menelan pil pahit karea ada banyak hal buruk yang membuat kita menderita.
Saudara, pada saat gempa terjadi di Jogyakarta banyak orang yang menjadi korban dan banyak kisah kepahitan yang kita dengar. Banyak keluarga yang kehilangan ayah, suami anak ataupun istri dan juga harta benda. Banyak orang menelan pil pahit, kesedihan karena ditinggal mati anggota keluarga, kepedihan karena harta benda hancur berantakkan dan tidak ada yang tersisa. Namun banyak korban yang dengan ucapan syukur menelan pil pahit itu dan meresapinya sampai habis dan setelah kepahitan hilang mereka mencoba bangun dengan harapan menuju masa depan yang lebih baik. Namun banyak pula orang terus meratapi kehancurannya, kesedihannya serta kepedihannya sehingga pil pahit yang harus ditelannya tidak kunjung habis , sepanjang hidupnya ia terus merasa pahit. Sehingga hidupnya lumpuh karena kepahitan itu.
Saudara, banyak hal yang bisa menyebabkan kepahitan dalam hidup kita. Kehilangan orang yang kita cintai, kerugian, kegagalan, pengkhianatan cinta dan lain sebaginya. Dan Kepahitan memang bisa melumpuhkan hidup kita bila kita tidak segera menghilangkannya. Kepahitan semakin terasa pahit bila kita simpan dan kita pelihara dalam hati kita. Bahkan kepahitan akan menguasai hidup kita. Ada akibat buruk dalam hidup kita bila kita terus menyimpan kepahitan itu di antaranya ialah amarah yang tak kunjung padam, kita bisa saja terus marah kepada orang yang menyebabkan kepahitan, kita tidak bisa mengampuni orang. Amarah yang terus menerus akan menguras tenaga dan emosi kita dan lama kelamaan bisa mengganggu mental dan jiwa kita. Kita bisa stres berat bila kita terus menyimpan kepahitan yang berujung kepada amarah yang terus menerus.
Saudara, ada seorang laki laki yang bernama Yefta, ia merupakan anak dari Gilead dengan perempuan sundal. Dan Yefta memiliki beberapa anak laki laki juga dari istrinya. Nah setelah anak anak Gilead tumbuh besar mereka mengatakan kepada Yefta bahwa Yefta tidak akan mendapat milik pusaka dalam keluarga Gilead karena Yefta adalah anak dari perempuan lain. Yefta juga diusir dari rumahnya. Yefta pergi dengan membawa kepahitan. Ia tinggal di tanah orang lain namun Yefta tidak memelihara kepahitannya itu, ia bahkan berhasil menjadi seorang pahlawan yang gagah perkasa. Dan ia juga tidak dendam kepada ayah maupun saudara tiri nya. Yefta bahkan menolong mereka berperang melawan musuh musuh mereka. Sebelum akhir hayatnya bahkan Yefta memerintah sebagai hakim selama enam tahun. Kisah Yefta ini bisa anda baca dalam kitab Hakim Hakim dari pasal 11 dan 12.
Dari kisah Yefta ini kita bisa belajar bahwa bila kita tidak membiarkan kepahitan melumpuhkan hidup kita maka hidup kita bisa berkembang dengan baik. Kita bisa berhasil mencapai cita cita kita. Yefta adalah contoh seseorang yang memilih membuang kepahitan dan berjuang melanjutkan hidup untuk meraih prestasi.
Saudara, ada lagi kisah seorang yang mengalami kepahitan sampai sampai ia mengganti namanya yang memiliki arti pahit. Orang tersebut adalah seorang perempuan yang bernama Naomi. Ketika terjadi kelaparan di Israel, Naomi bersama suaminya yang bernama Elimelekh dan dua anak laki-laki memutuskan pindah ke Moab. Mereka pindah ke Moab karena melihat kemakmuran negeri tetangga tersebut. Tahun-tahun berlalu. Kedua putranya memperistri putri-putri Moab. Ternyata kenyataan berbeda dengan impian. Suami dan kedua putranya meninggal. Tinggal Naomi dan kedua menantunya berjuang mempertahankan hidup. Kenyataan yang sungguh pahit buat Naomi. Dengan kepahitan ia pulang ke negerinya sendiri. Karena Naomi mengalami kepahitan yang sungguh pahit sampai sampai ia mengubah namanya menjadi Mara yang artinya pahit . Naomi merasa Tuhan telah melakukan banyak hal yang pahit kepadanya. Aneh bukan? Ia sendiri membuat keputusan untuk pindah ke Moab tetapi saat mengalami kepahitan, ia menuduh Tuhan penyebabnya.
Saudara, banyak orang seperti Naomi ketika mengalami kepahitan. Banyak orang menyalahkan orang lain bahkan menyalah Tuhan atas kepahitan yang diterimanya. Mungkin saja kepahitan yang dialaminya disebabkan oleh orang lain atau keadaan. Walaupun kepahitan ditimbulkan oleh orang lain namun terus menyalahkan orang lain, tanpa mengampuninya tidak akan menolong membuang kepahitan itu sendiri. Bahkan bila seseorang terus menyalahkan orang lain akan berkembang menjadi kebencian dan balas dendam.
Saudara, mungkin anda banyak mengalami kepahitan dalam hidup ini, dan anda juga telah menyalahkan banyak orang bahkan mungkin anda juga menyalahkan Tuhan dan kepahitan masih terus ada sehingga hidup anda lumpuh , anda tidak bisa melakukan apa apa, tidak bergairah melanjutkan hidup ini. Sayang sekali bila situasi anda seperti itu padahal kepahitan bisa dibuang, bisa ditinggalkan dan bisa diubah menjadi sesuatu yang manis dan menyegarkan.
Tadi kita sudah mendengar dua kisah orang yang mengalami kepahitan yang pertama ialah Yefta. Yefta ditolak oleh sanak saudaranya , tidak diberi hak milik pusaka keluarga dan diusir dari rumahnya, sungguh pahit kenyataan yang dihadapi Yefta. Namun Yefta memilih untuk membuang kepahitan itu, ia terus berjuang untuk maju sampai akhirnya ia menjadi seorang pahlawan yang gagah perkasa dan ia juga memerintah sebagai hakim selama enam tahun sebelum ajalnya tiba. Kisah yang kedua adalah kisah Naomi seorang wanita yang juga mengalami kepahitan yang sungguh berat karena ketika ia tinggal di negeri orang ia ditinggal mati oleh suaminya dan dua anak laki lakinya. Saking banyaknya kepahitan yang harus ditanggungnya Naomi mengganti namanya menjadi Mara yang artinya pahit dan celakanya Naomi menyalahkan Tuhan atas kepahitan yang ia alami.
Itulah dua kisah orang yang mengalami kepahitan dan dari kisah itu kita melihat dua sikap yang berbeda dalam menghadapinya. Apa yang anda lakukan bila anda mengalami kepahitan seperti Yefta dan Naomi? Apakah anda juga akan mengganti nama anda? Atau apakah anda masih bingung tidak tahu apa yang harus dilakukan.
Saudara, janganlah biarkan kepahitan menghentikan hidup anda. Janganlah kepahitan anda biarkan menggerogoti hidup anda sehingga kekuatan anda untuk maju hilang. Bila anda mengalami kepahitan saat ini mari kita dengarkan Firman Tuhan untuk anda yang mengatakan:
Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berduka cita oleh berbagai-bagai pencobaan.
Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu — yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api — sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.
Saudara, Firman Tuhan yang kita dengar tadi mengajak kita untuk menerima kepahitan dengan ucapan syukur dan percaya bahwa Allah mengetahui segala rencana dan tujuan atas hidup kita adalah baik. Kita dapat saja memikirkan yang tidak baik atas apa yang kita alami tetapi Allah menyiapkan cinta dan kuasa-Nya untuk kita. Allah akan memimpin kita untuk memperoleh masa depan yang penuh harapan, walaupun kita sekarang banyak mengalami kepahitan. Tuhan akan memberi kekuatan, kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi kepahitan hidup. Firman Tuhan mengatakan:
Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.
Saudara, tidak ada gunanya kita menghabiskan waktu untuk meratapi kepahitan, waktu kita akan habis sia sia jika kita memelihara kepahitan yang kita alami. Serahkan semua kepahitan kepada Tuhan dan percayalah bahwa Tuhan memiliki rencana yang indah atas hidup kita. Tuhan bisa memakai kepahitan untuk memurnikan iman kita, dan Tuhan juga bisa memakai kepahitan untuk menyatakan kuasa dan kemuliaan Nya. Jadi jangan putus asa, jangan dendam dan jangan menyalahkan siap siapa tetapi mari kita nyatakan semua kepahitan kita kepada Tuhan. Saya akan membacakan doa Daud pada saat ia mengalami kepahitan, Daud mengungkapkan semua perasaannya kepada Tuhan inilah doa Daud.
Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!
Jiwaku tertekan dalam diriku, sebab itu aku teringat kepada-Mu dari tanah sungai Yordan dan pegunungan Hermon, dari gunung Mizar.
Samudera raya berpanggil-panggilan dengan deru air terjun-Mu; segala gelora dan gelombang-Mu bergulung melingkupi aku.
TUHAN memerintahkan kasih setia-Nya pada siang hari, dan pada malam hari aku menyanyikan nyanyian, suatu doa kepada Allah kehidupanku.
Aku berkata kepada Allah, gunung batuku: “Mengapa Engkau melupakan aku? Mengapa aku harus hidup berkabung di bawah impitan musuh?”
Seperti tikaman maut ke dalam tulangku lawanku mencela aku, sambil berkata kepadaku sepanjang hari: “Di mana Allah mu?”
Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolong ku dan Allah ku!
Saudara, semoga doa Daud ini memolong kita untuk berani mengungkapkan semua isi hati kita kepada Tuhan saat kita mengalami kepahitan. Dengan mengungkapkan isi hati kita kita akan mengalami kelegaan dan ketenangan serta kita bisa melihat harapan untuk masa depan kita yang lebih baik. Kepahitan tidak layak kita simpan dalam hati kita karean kepahitan dalam hati lama kelamaan akan menggerogoti jiwa danniman kita dan membuat hidup kita menderita. Mari kita mengucap syukur atas kepahitan yang kita alami dan mari kita menikamati ketenangan dan dami yang diberikan oleh Tuhan.
Mari kita berdoa:
Ya Tuhan yang bertahta di kerajaan surga, terima kasih atas hidup ini, di mana ada kesempatan kami merasakan banyak berkat melalui kepahitan yang kami alami. Tuntunlah kami senantiasa agar kami dapat menyingkirkan kepahitan dengan meyakini bahwa Tuhan memiliki rencana yang baik bagi kehidupan kami. Terima kasih Tuhan , dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa Amin.































