Home » Sibuk Melayani bukan berarti menyenangkan Tuhan

Sibuk Melayani bukan berarti menyenangkan Tuhan

Saudara yang dikasihi oleh Tuhan, ada sebuah ungkapan bagi orang-orang yang sangat rajin melayani yaitu tidurnya di gereja, kalau tidurnya di gereja itu coaster saudara tetapi kadang-kadang itu semacam ungkapan-ungkapan yang dikatakan orang, wah rajin sekali ya, sampai tidur di gereja, itu kadang-kadang sering diungkapkan kalau orang sampai lupa pulang dan sebagainya. Tentunya saudara kita bersyukur karena Tuhan memanggil orang-orang yang giat melayani di gereja hampir-hampir saudara seluruh acara di gereja dia ikuti, latihan koor ikut, sekolah minggu dia ikut, memimpin pujian juga ikut, menjadi worship leader juga dia jalani, main musik juga ikut, semua hampir dia ikuti, jadi dia menjadi orang yang luar biasa sibuknya dan tentunya gereja sangat memberikan apresiasi atas semangat yang dimiliki oleh anggota gereja yang demikian karena kalau semua demikian gereja akan sangat maju saudara. Semangat untuk melayani rupanya saudara, ini penting dan harus dingat, harus dilengkapi dengan pemahaman yang benar dalam melayani, tidak hanya semangat tetapi memiliki pemahaman yang benar dalam melayani. Dan pemahaman yang benar tersebut seharusnya datang dari sang pemilik pelayanan, siapa saudara? Tuhan Yesus Kristus, namun rupanya saudara, ada pemahaman-pemahaman yang diluar itu ya, yang sudah menjadi pemahaman yang dianggap benar dalam melayani. beberapa pemahaman tersebut seperti, melayani harus dilakukan dengan segenap hati amin? amin, harus dengan segenap hati, melayani harus dipersiapkan secara maksimal benar juga, melayani itu harus dilakukan dengan memberikan yang terbaik benar juga, harus dengan segenap hati, dengan semaksimal dengan yang terbaik bahkan dengan profesional, kalau orang bermain musik profesional tidak asal bermain musik, kalau khotbah juga profesional khotbah dipersiapkan dengan baik, dengan matang, dengan sungguh-sungguh, bahkan dengan bahasa-bahasa rohani memberikan yang terbaik dan itu beberapa saja saudara kalau kita daftarkan masih banyak pemahaman yang kita tanda kutip benar menurut versi kita masing-masing.

Nah, pernahkah kita bertanya kepada Tuhan Yesus, kalau kita bertanya ya, apa yang DIA kehendaki atau apa sih melayani yang benar menurut Tuhan Yesus Kristus, kalau kita bertanya pasti DIA kasih jawaban, tetapi di Alkitab sudah dikasih jawabannya saudara karena itu kita akan pelajari nanti. Bukankah saudara, sabdaNYA sudah ada dalam Alkitab, tentang bagaimana melayani dengan benar, sudah ada di Alkitab, bukan berarti bahwa apa yang saya daftarkan tadi salah, seperti harus melayani dengan segenap hati, dengan maksimal, dengan terbaik, salah tidak tapi kita melihat lagi apa yang Tuhan kehendaki, semuanya baik, namun kita sebaiknya kembali kepada apa yang Yesus kehendaki bagi pelayanan kita, entahkah di gereja, di yayasan atau di mana saja. Mari kita melihat Alkitab kita, membuka dari Lukas 10: 38-42, berbunyi demikian ketika Yesus dan murid-muridNYA dalam perjalanan tibalah Ia disebuah kampung, seorang perempuan yang bernama Marta menerima DIA di rumahnya, perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria, Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataanNYA, sedang Marta sibuk sekali melayani, ia mendekati Yesus dan berkata Tuhan, tidakkah Engkau peduli bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri, suruhlah dia membantu aku, tetapi Tuhan menjawabnya, Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu, Maria telah memilih bagian yang terbaik yang tidak akan diambil dari padanya. Saudara, apa yang Tuhan kehendaki sebenarnya dalam pelayanan kita? salahkah kita sibuk? salahkah kita memberikan yang terbaik? salahkah kita mempersiapkan segala sesuatu dengan baik? tidak salah saudara tetapi pada hari ini, Tuhan ingin berbicara kepada kita orang-orang yang melayani DIA, apa yang Tuhan kehendaki di dalam kita melayani DIA. Saudara, bagian yang baru saja kita baca mengisahkan tentang perjalanan Yesus dalam pelayanan dan disebuah kampung IA dan para muridNYA dijamu oleh keluarga Marta dan Maria, dan tentunya saudara sudah menjadi kebiasaan, bahwa jika ada seorang tamu datang, maka kewajiban pemilik rumah adalah menjamunya, menyiapkan pada masa itu menyiapkan makanan, entahkah roti atau minuman dan sebagainya dan itulah yang dilakukan oleh Martha. Saudara, rupanya Marta terlalu sibuk menyiapkan makan dan minum bagi Yesus dan para muridNYA, sibuk berarti dia seorang yang patut dicontoh, seorang tuan rumah yang baik, dia mempersiapkan segala sesuatunya sehingga murid-muridNYA yang sudah dalam perjalanan mungkin dia lapar, dia capek dan sebagainya, paling tidak bisa makan dan bisa minum dan Marta yang mempersiapkan, karena dia sibuk melayani tentu dia menjadi lelah, capek dan akhirnya dia protes, protes kepada siapa? kepada Yesus saudara, dengan berkata begini, Tuhan, tidakkah Engkau peduli bahwa saudaraku, maksudnya Maria itu, membiarkan aku melayani seorang diri, suruhlah dia membantu aku ya, dia datang, Tuhan tidakkah Engkau peduli bahwa saudaraku ini, Maria ini, membiarkan aku melayani seorang diri, cobalah suruh dia, jangan biarkan dia diam disana terus, suruh dia ke belakang supaya dia membantu aku, saudara, wajar Martha protes dan mungkin sering juga kita menjadi protes, kita capek melayani Tuhan, kenapa saya sendiri melayani orang lain ke mana semua nggak mau bantu saya pelayanan, saya capek dan saya katakan mungkin kita berkata saya ini sudah capek melayani, saya kerja dengan serius untuk memperhatikan semuanya, kita mengeluh saudara, apakah salah? tidak salah, karena orang capek bisa mengeluarkan. Nah sadara, rupanya protes Marta ini ditanggapi serius oleh Yesus, dengan memberikan hal yang sangat mendasar bagi sebuah pelayanan, Yesus berkata Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara tetapi hanya satu saja yang perlu, Maria telah memilih bagian yang terbaik yang tidak akan diambil daripadanya di dalam ayat 39 dikatakan, Maria ini duduk dekat kaki Tuhan, artinya dia memilih bagian terbaik, duduk dekat kaki Tuhan, untuk apa? untuk mendengarkan pengajaranNYA, Yesus datang kesana dan memberikan pengajaran dekat disana, mendengarkan apa yang disampaikan, dia bersekutu sangat erat dengan Tuhan, dia dekat dengan kaki Tuhan, artinya dia memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.

Saudara, tentunya jawaban Yesus ini tidak menjawab apa yang menjadi ganjalan Marta terhadap saudaranya, Maria, Yesus tidak menyuruh Maria pergi menemui Martha untuk membantunya, melainkan memuji Maria karena telah memilih bagian yang terbaik yaitu dengan cara apa? yang saya katakan tadi duduk dekat kaki Yesus untuk mendengarkan pengajaranNYA. Saudara yang dikasihi oleh Tuhan, melalui kisah ini Yesus ingin mengingatkan setiap orang yang mengaku sibuk melayani seperti Marta bahwa ada satu hal yang tidak boleh dilupakan yaitu duduk dekat kaki Yesus untuk mendengarkan sabdaNYA ini artinya bahwa Yesus menghendaki setiap orang yang melayani Tuhan harus bersekutu denganNYA secara intim dan itu menjadi landasan bagi setiap pelayanan yang benar dimata Tuhan. Sibuk, boleh sibuk tetapi jangan lupakan persekutuan dengan Tuhan pribadi lepas pribadi, Yesus tidak sedang mengatakan bahwa Marta salah, tidak saudara, karena dia terlalu sibuk melakukan hal-hal yang berkaitan dengan hal-hal makan dan minum, mengkuatirkan ini dan itu tidak, mungkin dalam gereja membuat rancangan kerja, dalam yayasan membuat rencana kerja dan sebagainya tidak salah, tentu Yesus dan para murid juga sangat berterima kasih kepada Marta karena jamuan yang diberikan, dipersiapkan itu sangat baik, namun Yesus sedang mengajarkan bahwa mendengarkan sabdaNYA adalah bagian yang terbaik, terpenting, dalam sebuah pelayanan sehingga kita tidak menjadi sepertinya, kita kerjakan semua sendiri, seolah-olah kita yang punya pelayanan, padahal yang punya siapa? Tuhan Yesus, ada seorang kalau berdoa katanya begini, Tuhan, Engkau sedang kerja apa hari ini? apa yang mau Engkau kerjakan pada hari ini? bolehkah aku ikut dalam pekerjaan itu? artinya apa? Tuhan mau kerja apa hari ini, apa yang ingin DIA kerjakan dalam kehidupan kita, kita dilibatkan disana, bukan kita sibuk melakukan sesuatu dan kita melupakan sang pemilik pelayanan. Saudara yang dikasihi oleh Tuhan, dalam konteks kisah ini bahwa mendapatkan kesempatan mendengarkan Yesus adalah kesempatan yang istimewa, karena itu haruslah dipergunakan sebaik-baiknya dan Maria sudah memilih untuk mendengarkanNYA dan dia telah memilih bagian yang terbaik karena itu saudara yang dikasihi oleh Tuhan sibuk melayani perlu dievaluasi lagi, apakah kita benar-benar melayani Tuhan? atau melayani organisasi? atau melayani, memuaskan diri kita sendiri?

Apakah kita sibuk melayani hanya karena ingin mendapat pujian dari manusia? sibuk melayani harus didasarkan pada pemahaman yang benar bahwa duduk dekat kaki Yesus dan mendengarkan sabdaNYA adalah landasan yang kokoh bagi sebuah pelayanan yang menyenangkan hati Tuhan, inilah yang Yesus kehendaki, menyenangkan hatiNYA yaitu apa? duduk dekat kakiNYA, bersekutu denganNYA harus menjadi bagian terpenting dalam membangun sebuah pelayanan kita. Jadi kebanyakan sekarang orang sibuk semuanya, dan dia sampai berkata, saya capek melayani, padahal pelayanan itu milik Tuhan, kita harus dekat dengan Tuhan, duduk dekat dengan kakiNYA untuk apa? mendengarkan apa yang menjadi kehendakNYA, mari melayani Tuhan dengan cara yang benar, sibuk boleh sibuk tapi jangan lupakan persekutuan kita dengan Tuhan, ikuti cara Maria, duduk dekat dengan kakiNYA untuk apa? mendengarkan apa yang menjadi kehendakNYA, kiranya Tuhan memberkati kita dan memberkati pelayanan kita masing-masing.