Home » PERAN AYAH SEBAGAI IMAM

PERAN AYAH SEBAGAI IMAM

Keluarga kristen,  Salah satu persoalan terbesar di tengah dunia hari ini, adalah lunturnya  peran ayah sebagai imam dalam keluarga.  Hal itu dibuktikan dari fungsi ayah sebagai pendidik berubah menjadi hakim, ayah tidak punya waktu untuk keluarga, suasana rumah tidak lebih tenang, ayah hidup di dalam dosa, tidak bisa mengayomi dan bertanggungjawab terhadap keluarganya, ayah tidak dapat memberi gambaran bapa.  Sebab itu anggota keluarga kehilangan figure, anggota keluarga tidak terarah, dan anggota keluarga tidak beroleh keselamatan. Nah! Persoalan inilah yang harus dijawab oleh setiap ayah-ayah, supaya ia berperan sebagai imam dalam keluarganya.

 

Lilis:  Pak Manik, sy mau tanya nich tentang IMAM, bukankah Imam besar kita adalah Yesus Kristus, mengapa topik yg kita bahas ini Peranan AYAH sebagai imam, tidak cukupkah Kristus sebagai imam besar kita??

Manik: Terimakasih, pertanyaan yang baik. Dalam perjanjian Lama keimaman dikaitkan dengan korban/ dan menurut pola alkitab imam tugasnya mempersembahkan korban dan menjadi perantara antara umat dengan Allah.  Tetapi sekarang KRISTUS LAH Perantara kita dan Kristus sdh menjadi korban bagi kita.  Saat ini Kristus juga menjadi Pendoa safaat kita.

Nah, dalam hal ini peranan ayah sebagai imam bukanlah menjadi korban atau menjadi perantara antara anak dan Allah dalam rangka keselamatan atau pengampunan dosa, bukan!  Tetapi peranan ayah sebagai imam adalah mendoakan anak-anaknya supaya mereka dipimpin dan dibimbing oleh Tuhan. Membimbing anak-anak di jalan Tuhan, supaya mereka jangan dikuasai daging, dunia.

 

Lilis: Ya pak Manik, Apakah Alkitab membahas tentang peran ayah sebagai imam?

Manik: Baik mbak Lilis, saya akan membaca firman Allah dari Ayub 1

1:1 Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.

1:2 Ia mendapat tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan.

1:3 Ia memiliki tujuh ribu ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina dan budak-budak dalam jumlah yang sangat besar, sehingga orang itu adalah yang terkaya dari semua orang di sebelah timur.

1:4 Anak-anaknya yang lelaki biasa mengadakan pesta di rumah mereka masing-masing menurut giliran dan ketiga saudara perempuan mereka diundang untuk makan dan minum bersama-sama mereka.

1:5 Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: “Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati.” Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.

Perhatikan Mbak Lilis

1:5 Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: “Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati.” Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.

 

Lilis: Pelajaran apa yang dapat dipetik dari diskuski kita ini pak Manik.

Manik:  Pada masa kini, Sebagai seorang ayah haruslah menguduskan anak-anaknya dengan mendoakan mereka supaya Tuhan Yesus mengampuni mereka atas mungkin ada kesalahan atau dosa. Menguduskan anak-anaknya dengan memberitakan Firman Allah.  Menguduskan anak-anaknya dengan mengajarkan firman Allah.

 

Lilis: Keluarga Kristen, perananan seorang ayah sebagai imam masa kini tidak dilihat dari segi pengorbanan dalam rangka keselamatan, tetapi lebih pada Membimbing anak-anak di dalam Firman Allah dan membawa anak-anak masuk dalam persekutuan dengan Yesus Kristus.  Ayahlah yang memperkenalkan Kristus kepada Anak-anak bukan Gereja, Ayahlah yang mengajar anak-anak tentang Firman Tuhan dan Ayahlah yg berkorban baik jasmaniah maupun batiniah untuk pertumbuhan anak-anak di dalam Kristus.